:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475349/original/035314000_1768574376-Kim_Seon_Ho1.jpeg)
Aktor Kim Seon Ho menjalani pelatihan intensif selama empat bulan untuk menguasai empat bahasa—Jepang, Inggris, Italia, dan Korea—guna menghidupkan perannya sebagai penerjemah multibahasa Joo Ho Jin dalam serial komedi romantis Netflix "Can This Love Be Translated?". Upaya ini diungkap pada konferensi pers produksi di Josun Palace Seoul Gangnam pada 13 Januari 2026, menyoroti tuntutan yang semakin meningkat terhadap bintang-bintang Hallyu dalam menghadapi pasar hiburan global yang terus berkembang. Serial ini, yang resmi tayang perdana secara eksklusif di Netflix pada 16 Januari 2026, menampilkan karakter Ho Jin yang dikisahkan fasih dalam enam bahasa, termasuk Mandarin dan Prancis, meskipun Kim Seon Ho secara khusus berfokus pada dialog dalam empat bahasa yang muncul dalam naskah.
Dalam konferensi pers tersebut, Kim Seon Ho menjelaskan bahwa proses belajarnya tidak hanya mencakup menghafal dialog, tetapi juga menambahkan emosi pada setiap baris dan mempelajari tata bahasa secara lebih mendalam. Dia bahkan menyebut akting multibahasa ini lebih menantang dibandingkan adegan aksi yang pernah ia lakukan di proyek sebelumnya seperti "The Childe" dan "The Tyrant", mengingat kesulitan untuk beralih antara beberapa bahasa dalam satu adegan. Persiapan selama empat bulan tersebut dilakukan sebelum syuting dimulai dan dilanjutkan sepanjang proses produksi. Sutradara Yoo Young Eun memuji dedikasi Kim Seon Ho, menyatakan bahwa perannya memerlukan ekspresi emosional yang bernuansa di samping beban bahasa, dan bahwa Kim mampu menyeimbangkan elemen komedi serta romansa.
Langkah Kim Seon Ho ini mencerminkan pergeseran signifikan dalam industri hiburan Korea Selatan, di mana kemampuan berbahasa asing menjadi aset krusial bagi para aktor yang membintangi produksi global. K-Drama, yang semakin mendominasi platform streaming internasional seperti Netflix, menuntut orisinalitas konten dan kapasitas distribusi global, menciptakan kebutuhan akan konten multibahasa dan multikultural. Para ahli industri mencatat bahwa keberhasilan K-drama di panggung dunia telah membuka jalan bagi penerimaan audiens terhadap konten non-Inggris dan mendorong aktor untuk membangun karier paralel di luar Korea. Dengan lokasi syuting yang membentang di Korea Selatan, Jepang, Kanada, dan Italia, "Can This Love Be Translated?" juga menegaskan ambisi global produksi K-Drama, menggunakan lanskap internasional sebagai karakter yang mencerminkan pergeseran emosional dalam cerita. Dedikasi seperti yang ditunjukkan Kim Seon Ho tidak hanya meningkatkan keaslian peran tetapi juga memperkuat posisi Hallyu sebagai kekuatan lunak (soft power) yang signifikan dalam budaya global. Investasi pada kemampuan linguistik aktor Korea diproyeksikan akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan industri hiburan global yang diprediksi mencapai 170 miliar dolar pada tahun 2030, dengan sebagian besar pertumbuhan tersebut berasal dari konten berbahasa non-Inggris.