
Influencer Mischka dan Devon telah meluncurkan program pelatihan berbicara di depan umum berbasis kecerdasan buatan (AI), menandai perluasan signifikan keterlibatan selebriti digital ke sektor teknologi pendidikan yang sedang berkembang pesat. Inisiatif ini hadir di tengah lonjakan adopsi solusi pembelajaran personalisasi yang didukung AI, yang kini menjadi tren dominan dalam pengembangan keterampilan lunak.
Pasar pelatihan berbicara dan presentasi global diperkirakan mencapai USD 6,02 miliar pada tahun 2025 dan diproyeksikan tumbuh menjadi USD 6,39 miliar pada tahun 2026, dengan perkiraan CAGR sebesar 6,2% dari tahun 2026 hingga 2035, mencapai USD 11,01 miliar. Pertumbuhan ini sebagian besar didorong oleh meningkatnya permintaan akan pelatihan keterampilan eksekutif dan kepemimpinan, di mana 42% profesional mencari pelatihan terstruktur. Tren yang muncul menunjukkan adopsi pelatihan digital yang meningkat, dengan 48% pelajar lebih memilih format daring dan 35% menggunakan modul pelatihan personalisasi berbasis AI. Integrasi AI ke dalam bidang pelatihan keterampilan lunak tidak hanya meningkatkan kinerja tetapi juga mendorong budaya pengembangan berkelanjutan.
Platform AI dalam pelatihan berbicara di depan umum menawarkan umpan balik personalisasi secara waktu nyata mengenai pola bicara, nada, dan penyampaian, memungkinkan individu untuk mengidentifikasi area peningkatan dan melacak kemajuan mereka. Teknologi ini menciptakan lingkungan latihan bebas penilaian, memungkinkan pengguna untuk menyempurnakan keterampilan mereka tanpa tekanan audiens langsung. Kemampuan AI mencakup analisis data canggih, identifikasi pola, dan penyediaan wawasan yang disesuaikan, yang semuanya penting untuk pelatihan yang efektif. Studi menunjukkan bahwa program pembelajaran yang menggunakan teknologi AI menunjukkan tingkat keterlibatan tiga kali lebih besar dibandingkan yang tidak terintegrasi AI. Sebanyak 60% organisasi meyakini bahwa AI dapat meningkatkan pelatihan keterampilan lunak dengan menyediakan pengalaman belajar yang disesuaikan.
Masuknya Mischka dan Devon ke ruang ini mencerminkan tren yang lebih luas di mana influencer EdTech memanfaatkan platform digital mereka untuk menginspirasi, mendidik, dan mendorong perubahan dalam sektor pendidikan. Para visioner modern ini berada di garis depan inovasi pendidikan, bereksperimen dengan teknologi baru dan pendekatan pedagogis untuk meningkatkan pengalaman belajar. Mereka membangun komunitas di sekitar minat dan tujuan yang sama, dengan platform media sosial berfungsi sebagai pusat diskusi dan berbagi sumber daya. Seiring berkembangnya EdTech, kolaborasi yang meningkat antara influencer, pendidik, dan perusahaan teknologi diperkirakan akan memicu pengembangan solusi inovatif.
Namun, pengembangan keterampilan lunak melalui AI juga memiliki tantangan. Meskipun AI menyediakan umpan balik yang bermanfaat dan dapat meningkatkan motivasi siswa, ia masih menghadapi kesulitan dalam memahami nuansa dan konsep abstrak, sehingga sulit untuk memberikan umpan balik yang sepenuhnya efektif pada aspek-aspek tertentu. Sebuah studi dari Oktober 2024 menunjukkan bahwa mengandalkan AI semata sebagai alat pengajaran berbicara di depan umum masih tidak memadai, dan pendekatan holistik yang mencakup praktik tambahan dan umpan balik yang beragam di samping bantuan AI sangat dianjurkan.
Ke depan, teknologi AI dalam pelatihan diperkirakan akan terus berevolusi pesat. Tren untuk tahun 2026 dan selanjutnya mencakup pengalaman belajar imersif menggunakan realitas virtual (VR) dan realitas tertambah (AR) untuk simulasi praktik, AI emosi yang mendeteksi frustrasi pelajar dan menyesuaikan pendekatan, serta pemetaan keterampilan prediktif yang mengidentifikasi kebutuhan keterampilan di masa depan berdasarkan strategi bisnis. Integrasi yang lebih dalam dengan alat alur kerja juga akan memungkinkan pembelajaran yang lancar dan tepat waktu. Platform AI canggih saat ini menggabungkan pemrosesan bahasa alami, algoritma pembelajaran adaptif, dan ilmu perilaku untuk menciptakan pengalaman pengembangan personalisasi. Ini mencakup pembinaan percakapan waktu nyata, analisis kesenjangan keterampilan, jalur pembelajaran personalisasi, simulasi praktik, dan dasbor analitik untuk melacak kemajuan. Kemajuan AI di tempat kerja, seperti yang dicatat oleh McKinsey pada Januari 2025, telah mengarah pada model multimodal yang menggabungkan teks, audio, dan gambar, serta kemampuan penalaran canggih dan pemahaman kontekstual yang ditingkatkan. Transformasi ini menyoroti pergeseran penting menuju sistem yang lebih cerdas, lebih skalabel, dan berpusat pada manusia dalam pendidikan dan pengembangan profesional.