:strip_icc()/kly-media-production/medias/3207885/original/047376500_1597304891-bts6.jpg)
BTS, grup idola global asal Korea Selatan, dipastikan akan menggelar tur dunia pada tahun 2026, dengan Jakarta menjadi salah satu kota persinggahan utama melalui dua konser yang dijadwalkan pada Desember mendatang. Pengumuman ini menandai kembalinya grup beranggotakan RM, Jin, Suga, J-Hope, Jimin, V, dan Jungkook ke panggung global setelah semua anggota menuntaskan wajib militer mereka pada Juni 2025.
Tur dunia ini, yang rinciannya telah dinanti-nantikan oleh jutaan penggemar atau yang dikenal dengan "ARMY", diproyeksikan akan melibatkan 79 pertunjukan di 34 kota di lima benua antara April 2026 hingga Maret 2027, menjadikannya tur dengan jumlah pertunjukan terbanyak oleh artis Korea Selatan. Kehadiran BTS di Jakarta selama dua hari, pada 26 dan 27 Desember 2026, menyoroti posisi Indonesia sebagai pasar kunci dalam strategi global K-pop.
Setelah jeda aktivitas grup sejak Juni 2022 untuk memenuhi kewajiban wajib militer, para anggota BTS telah aktif merilis proyek solo. Jin, sebagai anggota tertua, rampung wajib militer pada Juni 2024, disusul J-Hope pada Oktober 2024, dan kemudian RM, V, Jimin, serta Jung Kook pada awal Juni 2025. Suga menjadi anggota terakhir yang menyelesaikan tugas alternatifnya sebagai agen layanan sosial pada Juni 2025. Periode solo ini memungkinkan setiap anggota menjelajahi identitas artistik mereka secara individual, dengan rilis seperti album solo Suga 'D-Day' pada 2023 yang mencakup tur dunia, serta album solo Jimin 'Face' dan proyek lainnya dari Jin, J-Hope, V, RM, dan Jungkook.
Kembalinya BTS sebagai grup penuh pada tahun 2026 diprediksi akan menjadi salah satu momen penting yang menarik kembali perhatian media dan pendengar kasual ke dalam ekosistem K-pop secara lebih luas. Analis industri melihat ini sebagai sinyal pemulihan dan pertumbuhan signifikan bagi HYBE, agensi di balik BTS, setelah investasi besar dalam IP baru dan restrukturisasi di luar negeri pada tahun 2025. HYBE mencatat pendapatan konser tertinggi dalam sejarah perusahaan pada tahun 2024, dengan 147 konser dan 25 acara temu penggemar yang diadakan oleh artis-artis di bawah naungannya, meskipun tanpa aktivitas grup dari BTS. Pada tahun 2023, pendapatan tur global HYBE mencapai 188,1 juta dolar AS, menjadikannya satu-satunya perusahaan Korea Selatan yang masuk dalam 10 besar promotor Billboard.
Pasar Indonesia telah lama menjadi basis penggemar K-pop yang substansial. Berdasarkan data sebelumnya, Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara dengan jumlah penggemar K-pop terbanyak secara global, mencapai 9,9% dari total audiens. Loyalitas penggemar di Indonesia sangat tinggi, meskipun monetisasi melalui penjualan merchandise resmi dan paket keanggotaan global masih menunjukkan ruang untuk pertumbuhan. Riset juga menunjukkan korelasi positif antara fandom dan perilaku konsumen, di mana antusiasme penggemar secara langsung memengaruhi keputusan pembelian mereka terhadap merek yang berkolaborasi dengan idola favorit mereka.
Pemilihan Jakarta sebagai salah satu lokasi konser ganda menunjukkan pengakuan terhadap potensi ekonomi yang besar dari industri acara di Indonesia. Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) dengan kapasitas lebih dari 77.000 penonton dan Jakarta International Stadium (JIS) dengan kapasitas 82.000 penonton, merupakan dua venue utama yang mampu menampung puluhan ribu penggemar untuk konser berskala besar. Selain itu, Indonesia Arena, yang baru dibuka di kompleks GBK, memiliki kapasitas sekitar 13.000 hingga 16.000 orang untuk konser. Konser-konser K-pop berskala besar seperti ini tidak hanya menghasilkan pendapatan tiket, tetapi juga memicu lonjakan pengeluaran untuk akomodasi, transportasi, makanan, dan sektor ritel lainnya, berkontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal. Sebuah studi menunjukkan bahwa pengalaman menonton pertunjukan K-pop di Asia Tenggara dapat meningkatkan kemungkinan pembelian produk Korea hingga 1,76 kali, dengan ramen mencapai 2,3 kali.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada tahun sebelumnya mengestimasi bahwa willingness to pay atau kesediaan membayar tiket konser mencapai sekitar Rp 721.000 per orang. Dengan momentum kembalinya grup sebesar BTS, Jakarta memiliki peluang untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi utama konser internasional, mendorong pertumbuhan ekonomi dan pertukaran budaya. Implikasi jangka panjangnya meliputi peningkatan investasi dalam infrastruktur acara, penciptaan lapangan kerja, serta promosi pariwisata yang berkelanjutan, sejalan dengan tren global di mana tur konser K-pop berfungsi sebagai "cultural FDI" atau Investasi Asing Langsung dalam budaya.