Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Michelle Ziudith Ungkap Totalitas Aksi di Film Balas Budi

2026-01-13 | 20:54 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-13T13:54:47Z
Ruang Iklan

Michelle Ziudith Ungkap Totalitas Aksi di Film Balas Budi

Aktris Michelle Ziudith mengambil langkah signifikan dalam kariernya dengan mengintensifkan porsi adegan aksi dalam film terbarunya, "Balas Budi," yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 5 Februari 2026. Peran ini menandai pergeseran substansial bagi Ziudith, yang selama ini dikenal luas melalui karakter-karakter dalam genre drama romantis. Dalam film garapan sutradara Reka Wijaya ini, Ziudith memerankan Alma, seorang perempuan yang menjadi korban penipuan asmara atau love scamming dan mengalami kerugian finansial serta trauma emosional.

Ziudith menjelaskan bahwa karakternya, Alma, mewakili banyak individu yang mungkin merasa malu atau takut setelah tertipu. "Melalui karakter ini dan karakter perempuan yang lain, saya ingin menunjukkan bahwa menjadi korban bukan berarti akhir dari segalanya," ujar Michelle Ziudith dalam keterangan resmi pada Selasa (13/1/2026). Ia menambahkan bahwa "kekuatan muncul saat kita berani bersuara dan saling mendukung satu sama lain untuk melawan atau menyuarakan sesuatu yang benar." Pernyataan ini menegaskan eksplorasi naratif film yang tidak hanya berpusat pada balas dendam, tetapi juga solidaritas perempuan dan pemberdayaan diri pasca-trauma.

"Balas Budi," yang diproduksi oleh Im-a-gin-e dan produser Chetan A. Samtani, dikategorikan sebagai komedi romantis yang memadukan drama, komedi, serta ketegangan. Film ini mengisahkan Alma yang, bersama dua korban penipuan Budi lainnya, Ayu (Niken Anjani) dan Uli (Givina), menyusun rencana balas dendam untuk membongkar kejahatan Budi (Yoshi Sudarso) di hadapan publik. Target mereka berikutnya adalah Thalita (Gisella Anastasia), seorang diva yang menjadi calon istri Budi. Narasi ini secara gamblang menggambarkan transisi Alma dari keterpurukan menjadi individu yang proaktif dalam mencari keadilan, dengan adegan-adegan yang digambarkan sebagai "penuh aksi penyamaran, kekonyolan, dan kejutan."

Pergeseran genre yang diambil Michelle Ziudith mencerminkan tren yang lebih luas dalam industri perfilman Indonesia, di mana representasi karakter perempuan tangguh semakin mendapatkan panggung. Meskipun industri film Indonesia secara historis didominasi oleh film horor dan drama, terjadi peningkatan signifikan dalam keberagaman genre, termasuk film laga dan komedi. Aktris seperti Julie Estelle dalam "The Raid 2: Berandal," Tara Basro dalam "Pendekar Tongkat Emas," hingga Pevita Pearce di "Sri Asih" telah membuka jalan bagi portraya wanita yang kuat secara fisik dan mental di layar lebar nasional.

Dalam lima tahun terakhir, industri film Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif. Data per September 2025 menyebutkan bahwa produksi film Indonesia diperkirakan menguat dari 152 judul pada 2024 menjadi sekitar 200 judul pada 2028. Jumlah penonton film lokal juga mengalami peningkatan signifikan, dari sekitar 23 juta penonton per tahun antara 2016-2019 menjadi 30-40 juta penonton per tahun sejak 2022, mengalahkan dominasi film impor. Tren ini didukung oleh pertumbuhan jumlah layar bioskop, yang mencapai lebih dari 2.200 layar pada 2024 dan diperkirakan mencapai 2.700 layar pada 2030. Keterlibatan aktris dengan latar belakang drama romantis seperti Michelle Ziudith dalam genre yang lebih menuntut fisik seperti "Balas Budi" dapat memperkaya lanskap sinema nasional. Langkah ini berpotensi tidak hanya memperluas jangkauan artistik para aktor, tetapi juga memenuhi selera penonton yang semakin beragam dan mencari representasi perempuan yang lebih dinamis dan multidimensional dalam cerita. Peran ini menempatkan Ziudith dalam posisi penting untuk berkontribusi pada evolusi karakter perempuan dalam perfilman Indonesia, menawarkan perspektif baru tentang ketahanan dan keberanian.