:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478649/original/022667100_1768907882-The-Demon-Sword-Master-of-Excalibur-Academy---Main-KV---KV-Master-Landscape.png)
Leonis Death Magnus, Raja Iblis yang disegel selama seribu tahun, kembali bangkit di dunia masa depan sebagai anak laki-laki berusia 10 tahun dan menemukan dirinya terjerat dalam perjuangan melawan makhluk misterius bernama Void bersama Riselia Ray Cristalia di Excalibur Academy, dengan serial adaptasi animenya tersedia untuk pemirsa di Indonesia melalui platform Vidio. Serial yang didasarkan pada novel ringan karya Yu Shimizu ini menawarkan narasi fantasi pedang yang menggabungkan elemen kekuatan sihir dan pedang suci, menempatkannya dalam kategori konten yang memiliki daya tarik signifikan di pasar Asia Tenggara, khususnya Indonesia.
Bangkit dari tidur seribu tahunnya, Leonis mendapati dirinya berada di era yang sepenuhnya berbeda, di mana umat manusia tidak lagi mengingat pertempuran besar antara Raja Iblis dan Pahlawan. Sebaliknya, mereka kini menghadapi ancaman baru dari Void, monster yang telah memusnahkan sebagian besar umat manusia. Dalam keadaan kebingungan, Leonis diselamatkan oleh Riselia Ray Cristalia, seorang gadis yang menemukan reruntuhan tempat penyegelannya. Menganggap Leonis menderita amnesia, Riselia membawanya di bawah perlindungannya dan mendaftarkannya di Excalibur Academy, sebuah institusi yang melatih pengguna pedang suci untuk melawan Void. Kisah heroik Leonis dan Riselia kemudian berkembang di tengah lingkungan akademi yang baru, di mana Leonis, meskipun dalam wujud anak kecil, tetap memegang tekad untuk membangun kembali pasukannya dan menaklukkan dunia, sambil secara bertahap mempelajari realitas yang telah berubah ini.
Anime "The Demon Sword Master of Excalibur Academy" pertama kali tayang pada Oktober 2023. Produksi oleh studio Passione dengan Hiroyuki Morita sebagai sutradara, serial ini mengadaptasi materi dari novel ringan dan telah menarik perhatian sebagai tontonan fantasi kekuatan dengan sentuhan isekai dan perjalanan waktu. Resepsi kritis terhadap anime ini beragam; beberapa pengulas menilainya sebagai tambahan yang menghibur untuk genre fantasi-aksi/ecchi, terutama bagi penggemar yang tidak keberatan dengan penggunaan tropi generik dan alur cerita yang dapat diprediksi. Karakternya, terutama Leonis dengan kepribadiannya yang berbenturan dengan dunia modern, dianggap menarik, meskipun beberapa karakter pendukung dinilai kurang berkembang. Aspek aksi dan pertumbuhan karakter, serta animasi yang bersih dan penuh warna, seringkali disebut sebagai kekuatan serial ini.
Kehadiran "The Demon Sword Master of Excalibur Academy" di Vidio menunjukkan strategi platform streaming lokal dalam memenuhi permintaan tinggi akan konten anime di Indonesia. Pasar video-on-demand di Asia Tenggara menunjukkan pertumbuhan signifikan, dengan Indonesia menjadi wilayah penyumbang pendapatan terbesar di angka US$552 juta pada tahun 2024. Data dari Q2 2024 menunjukkan bahwa genre fantasi menyumbang 31% dari total permintaan di Indonesia, angka tertinggi dalam laporan tersebut, jauh melampaui rata-rata global sebesar 21,1%. Anime secara keseluruhan tetap menjadi kategori konten yang populer, dengan 48% responden survei Jakpat pada paruh pertama 2024 menggunakan platform OTT untuk menonton kartun atau anime. Vidio sendiri memegang pangsa pasar yang signifikan di Indonesia, menempati posisi kedua dengan 29% pengguna OTT pada paruh pertama 2024, bersaing ketat dengan platform global seperti Netflix.
Penayangan anime seperti "The Demon Sword Master of Excalibur Academy" bukan sekadar penambahan katalog bagi Vidio, melainkan juga cerminan dari tren konsumsi media yang berkembang di Indonesia. Minat yang kuat terhadap genre fantasi dan isekai, di mana protagonis berpindah atau bereinkarnasi ke dunia lain, telah membentuk segmen penonton yang loyal. Meskipun serial ini mungkin tidak selalu mendapat pujian kritis tertinggi, kemampuannya untuk menawarkan hiburan ringan dan aksi fantasi yang familier berkontribusi pada strategi akuisisi konten yang bertujuan untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam. Dalam lanskap streaming yang semakin kompetitif, keberadaan judul-judul seperti ini memungkinkan platform lokal seperti Vidio untuk mengukuhkan posisinya dengan menyediakan konten yang relevan dan diminati oleh demografi penonton tertentu di Indonesia.