Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

KLa Project: Konser 37 Tahun, Perayaan Evolusi yang Melampaui Nostalgia

2026-01-12 | 18:27 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-12T11:27:29Z
Ruang Iklan

KLa Project: Konser 37 Tahun, Perayaan Evolusi yang Melampaui Nostalgia

KLa Project, salah satu pilar musik pop kreatif Indonesia, akan menggelar konser tunggal bertajuk "37 LUX NOVA" pada 7 Februari 2026, pukul 20.00 WIB, di Balai Sarbini, Jakarta Pusat. Konser ini menandai 37 tahun perjalanan karier mereka dan secara eksplisit dirancang bukan sekadar sebagai ajang nostalgia, melainkan perayaan evolusi dan transformasi musikal band yang digawangi Katon Bagaskara, Lilo, dan Adi Adrian ini.

Sejak didirikan pada 23 Oktober 1988 di Tebet, Jakarta, KLa Project telah menorehkan jejak signifikan dalam industri musik Tanah Air, dikenal sebagai pelopor genre pop kreatif di tengah dominasi musik pop konvensional dan "pop cengeng" pada akhir 1980-an hingga 1990-an. Karya-karya monumental seperti "Yogyakarta", "Tentang Kita", dan "Tak Bisa ke Lain Hati" tidak hanya melambungkan nama mereka tetapi juga menjadi identitas kultural yang akrab bagi lintas generasi pendengar musik Indonesia. Konsistensi KLa Project selama hampir empat dekade, termasuk menghadapi dinamika perubahan personel dan industri, menunjukkan adaptabilitas dan komitmen mereka terhadap kualitas musikalitas.

Katon Bagaskara, vokalis KLa Project, menyatakan bahwa "Usia 37 tahun bukanlah sekadar jarak waktu. Ini adalah perjalanan cahaya yang tidak pernah padam." Pernyataan ini menegaskan visi konser "37 LUX NOVA" sebagai awal era baru, alih-alih sekadar menengok ke belakang. Adi Adrian, kibordis band, menambahkan, "37 KLa LUX NOVA melambangkan titik awal perjalanan, bagaikan terbitnya matahari setelah gelap malam. Menjadi simbol era baru transformasi bagi kami." Penekanan pada "transformasi" dan "konsep segar" mengindikasikan upaya band untuk tetap relevan dan menyajikan pengalaman yang berbeda bagi para penggemar setia, yang dikenal sebagai Klanese.

Lilo, gitaris KLa Project, menjanjikan bahwa konser ini akan menyuguhkan "experience baru dari sisi audio". Komitmen ini, di tengah kapasitas konser yang dibatasi hingga 1.200 kursi untuk menciptakan suasana intim, memperkuat narasi bahwa "37 LUX NOVA" bertujuan menghadirkan pencerahan emosional melalui karya musik, membangkitkan kenangan sekaligus memberi semangat baru. Ini mencerminkan pemahaman mendalam KLa Project tentang audiens mereka, yang tidak hanya menghargai nostalgia tetapi juga mengharapkan inovasi dan relevansi.

Implikasi dari pendekatan ini melampaui sekadar perayaan ulang tahun band. Dalam lanskap musik Indonesia yang terus berkembang pesat, sikap KLa Project untuk terus berevolusi memberikan preseden penting bagi musisi senior lainnya. Ini menunjukkan bahwa eksistensi panjang dapat dikawinkan dengan kesegaran artistik, menantang anggapan bahwa band legendaris hanya bisa menjual nostalgia. Upaya KLa Project untuk menyajikan pengalaman baru, baik dari segi konsep maupun audio, mengukuhkan posisi mereka sebagai entitas musik yang tidak statis, melainkan dinamis, terus berkarya, dan relevan melintasi berbagai generasi. Langkah ini berpotensi menginspirasi praktik serupa dalam industri, mendorong kreator musik untuk senantiasa mencari inovasi sambil tetap menjaga akar artistik mereka.