
Komedian dan aktor senior Jaja Miharja, 84 tahun, menyatakan dirinya telah pulih sepenuhnya dan tidak lagi bergantung pada kursi roda per Senin, 19 Januari 2026, setelah periode pemulihan intensif akibat penyempitan pembuluh darah di kaki. Ini menandai titik balik signifikan dalam perjuangan kesehatannya yang sempat memaksanya absen dari aktivitas normal. Jaja Miharja mengungkapkan rasa syukurnya atas kondisi tubuhnya yang "sehat full" saat ditemui di Studio Trans7, Warung Buncit, Jakarta Selatan.
Sebelumnya, Jaja Miharja sempat dilarikan ke Rumah Sakit St. Carolus, Jakarta Pusat, pada Mei 2025, setelah mengalami kondisi kritis dengan gejala menggigil hebat, tidak sadarkan diri, dan tubuh membiru. Diagnosanya meliputi infeksi paru-paru, infeksi ginjal, dan diabetes. Komplikasi ini kemudian diperparah oleh penyempitan pembuluh darah di bagian arteri kaki, yang menyebabkan aliran darah tidak normal dan sesak napas. Kondisi tersebut membuatnya kesulitan beraktivitas dan mengharuskan penggunaan kursi roda selama sekitar satu bulan setelah ia diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Putrinya, Vita, sempat mengungkapkan bahwa sang ayah mengalami pembengkakan pada arteri kaki yang menghambat aliran darah, menimbulkan sesak napas.
Proses pemulihan Jaja Miharja melibatkan pengobatan medis yang ketat dan disiplin diri yang tinggi. Ia rutin mengonsumsi sekitar 12 jenis obat setiap hari di tengah masa pemulihan. Selain itu, perubahan pola makan menjadi krusial; Jaja kini harus menghindari makanan favoritnya seperti daging kambing dan sapi, beralih ke daging putih seperti ayam dan ikan, serta memperbanyak konsumsi sayur-sayuran. Meskipun sempat merasa jenuh dengan menu makanan rumah sakit selama seminggu dirawat, komitmennya untuk sembuh tidak luntur. Jaja juga menekankan pentingnya menjaga semangat dan kegembiraan sebagai bagian dari proses penyembuhan. Pada Agustus 2025, ia sempat menyatakan bahwa kondisi kesehatannya telah membaik 85 hingga 95 persen, meski masih perlu kontrol bulanan ke dokter.
Meskipun saat ini sudah mampu berjalan tanpa kursi roda, Jaja Miharja masih menggunakan tongkat sebagai penyangga dan mengakui adanya keterbatasan fisik. Ia tidak dapat berdiri terlalu lama atau berjalan di medan menanjak dan menurun tanpa bantuan pegangan. Namun, semangatnya untuk kembali berkarya di dunia hiburan tetap membara. Ia menyatakan kesiapannya untuk syuting kembali dan merasa bahagia dapat bertemu dengan rekan-rekan artis. Adaptasi terhadap kondisi fisiknya, seperti lebih banyak beraktivitas dalam posisi duduk saat bekerja, menjadi bagian dari realitas barunya.
Perjalanan kesehatan Jaja Miharja mencerminkan tantangan yang dihadapi banyak individu lanjut usia dalam menjaga kualitas hidup di tengah kondisi medis yang kompleks. Kasus penyempitan pembuluh darah di kaki yang dialaminya, menurut Jaja, mungkin disebabkan oleh kebiasaannya yang tidak pernah duduk saat bekerja di masa muda, yang menyebabkan penggumpalan darah di kakinya. Pemulihannya tidak hanya menjadi kabar baik bagi penggemar setia, tetapi juga menjadi bukti ketahanan dan semangat hidup yang dapat menjadi inspirasi.