Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Duet Maut Rudi Soedjarwo-Denny Siregar Lanjutkan Kolaborasi Film Terbaru

2026-01-14 | 20:37 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-14T13:37:25Z
Ruang Iklan

Duet Maut Rudi Soedjarwo-Denny Siregar Lanjutkan Kolaborasi Film Terbaru

Sutradara Rudi Soedjarwo kembali berkolaborasi dengan produser Denny Siregar dalam sebuah proyek film baru yang diduga berjudul "Tanah Runtuh", setelah sebelumnya sukses dengan film "Sayap-Sayap Patah" pada tahun 2022. Informasi ini terungkap melalui unggahan teaser singkat di akun Instagram @dennysiregarproduction pada Rabu (14/1/2026), yang menampilkan pesan bernuansa sunyi dan emosional tentang kehilangan.

Kolaborasi ini menandai kelanjutan kemitraan antara salah satu sutradara paling berpengaruh di era kebangkitan perfilman Indonesia dan seorang produser yang dikenal dengan latar belakang pegiat media sosial serta seringkali terlibat dalam diskursus publik yang kontroversial. Rudi Soedjarwo, yang lahir pada 9 November 1971, dikenal luas sebagai sutradara di balik film fenomenal "Ada Apa dengan Cinta?" (2002) yang turut membangkitkan industri film nasional dan mengantarkannya meraih Piala Citra Sutradara Terbaik Festival Film Indonesia 2004. Filmografinya yang meliputi berbagai genre seperti drama remaja ("Mengejar Matahari", "Tentang Dia"), komedi ("Mengejar Mas-Mas"), hingga horor ("Pocong 2"), menunjukkan kemampuannya menghadirkan cerita yang variatif dan relevan.

Sementara itu, Denny Siregar, yang lahir pada 3 Oktober 1973 di Medan, dikenal sebagai pegiat media sosial dan penulis sebelum merambah dunia produksi film. Ia memulai karir sebagai produser dengan mendanai film "Marley" pada tahun 2022, yang mengisahkan persahabatan anjing dan manusia. "Sayap-Sayap Patah", yang juga diproduseri oleh Denny Siregar dan disutradarai oleh Rudi Soedjarwo, berhasil menarik lebih dari 1 juta penonton pada tahun 2022. Denny Siregar sering menjadi sorotan publik akibat pernyataan kontroversialnya di media sosial dan kerap dilabeli sebagai 'buzzer' oleh netizen. Film lain yang terkait dengan produksinya, "Kupu-Kupu Kertas" dan "Tuhan Izinkan Aku Berdosa" (yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo), juga sempat menimbulkan perdebatan karena isu sensitif yang diangkat, terutama terkait agama dan moralitas.

Proyek film yang diindikasikan berjudul "Tanah Runtuh" ini digambarkan akan menawarkan pendekatan yang lirih dan intim, dengan menempatkan sudut pandang anak-anak sebagai pusat cerita. Kisahnya berfokus pada emosi manusiawi dan perjalanan batin para karakter yang saling bergantung, menemukan kekuatan untuk terus melangkah bersama meskipun dunia di sekitar mereka seolah runtuh. Teaser singkatnya telah menarik perhatian warganet dan berpotensi menghadirkan kisah yang menggetarkan hati penonton Indonesia.

Kolaborasi berkelanjutan antara sutradara dengan rekam jejak panjang dalam penciptaan narasi sinematik yang beragam dan produser dengan latar belakang aktivisme digital ini mengindikasikan pergeseran dinamika dalam industri film Indonesia. Keterlibatan Denny Siregar sebagai produser kerap membawa serta sorotan terhadap tema-tema sosial atau politik, yang dapat memicu diskusi dan potensi kontroversi, sekaligus memperluas audiens yang tertarik pada produksi-produksinya. Penekanan pada cerita yang "terlalu nyata untuk dilewati begitu saja" dalam teaser "Tanah Runtuh" menyiratkan upaya untuk menyentuh isu-isu mendalam, serupa dengan pendekatan dalam karya-karya sebelumnya yang didukung oleh Denny Siregar Production.