:strip_icc()/kly-media-production/medias/5466662/original/065691900_1767851038-jujutsu-kaisen-season-3.jpg)
Antusiasme signifikan terhadap genre anime aksi terus mendorong pertumbuhan pasar konten digital Indonesia, dengan platform streaming seperti Vidio menjadi garda terdepan dalam menyajikan serial-serial penuh adrenalin. Data terbaru menunjukkan Indonesia menempati posisi pasar streaming terbesar di Asia Tenggara, mencatatkan total pendapatan 552 juta dolar AS pada tahun 2024 dan diproyeksikan mencapai 1,02 miliar dolar AS pada 2030. Lonjakan ini sebagian besar didorong oleh popularitas anime, terutama genre aksi, yang secara konsisten menarik jutaan penonton.
Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat. Anime telah lama diterima di Indonesia, dengan siaran di televisi nasional sejak puluhan tahun lalu yang segera menarik perhatian masyarakat luas. Daya tarik utama anime aksi terletak pada perpaduan cerita yang beragam dan beresonansi secara budaya, narasi mendalam, karakter ikonik, serta tema universal seperti persahabatan dan perjuangan. Akshat Sahu, Senior Director of Marketing APAC Crunchyroll, menjelaskan bahwa minat masyarakat Indonesia terhadap anime meningkat pesat seiring akses dan kesadaran yang kian mudah, khususnya di kalangan generasi muda yang mencari cerita bervariasi. Pada Q3 2022, Indonesia tercatat sebagai pasar yang paling menyukai animasi di antara semua pasar dalam laporan Parrot Analytics, dengan genre aksi dan petualangan menempati posisi ketiga teratas. Sekitar 50 juta penonton anime di Indonesia pada tahun 2023 menegaskan skala fenomena ini.
Sejumlah judul aksi yang menarik perhatian pecinta adrenalin kini dapat diakses secara legal melalui Vidio, memperkuat posisi platform tersebut sebagai destinasi utama bagi penggemar Jejepangan. Salah satu yang paling dinanti adalah Jujutsu Kaisen Season 3: The Culling Game. Musim terbaru ini membawa penonton ke dalam babak "permainan maut" yang lebih mencekam setelah insiden tragis di Shibuya, menampilkan perjuangan Yuji Itadori di tengah kepungan penyihir masa lalu dan memperkenalkan sistem poin serta teknik kutukan baru yang kompleks. Produksi Studio MAPPA di bawah arahan sutradara Shota Goshozono menjanjikan kualitas animasi kelas atas yang menjadi ciri khas genre ini.
Selanjutnya, Solo Leveling Season 2: Arise from the Shadow melanjutkan kisah fenomenal Sung Jin-woo yang berevolusi sebagai Shadow Monarch. Diproduksi oleh A-1 Pictures, musim kedua ini menyoroti penguatan pasukan bayangannya untuk menghadapi serbuan monster dari Pulau Jeju. Visual sinematik yang memukau dan iringan musik megah dari Hiroyuki Sawano berhasil membangkitkan adrenalin di setiap episode.
Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Season 4, dengan arc Hashira Training, juga menjadi magnet utama. Serial ini melanjutkan popularitas globalnya, menampilkan Tanjiro Kamado yang menjalani latihan intensif bersama para Hashira sebagai persiapan menghadapi pertempuran besar. Perkembangan signifikan dalam keterampilan Tanjiro dan rekan-rekannya di arc ini memicu antusiasme penggemar.
Bagi penggemar sensasi balap jalanan, MF Ghost Season 3 dari Felix Film tidak boleh dilewatkan. Kanata Rivington kembali memacu Toyota 86 kesayangannya, dengan setiap gesekan ban dan suara mesin diolah sedemikian rupa untuk menciptakan sensasi kecepatan yang nyata. Pengambilan sudut pandang kamera yang menyerupai siaran balap profesional menambah aspek mendebarkan pada setiap tikungan tajam.
Terakhir, Kaiju No.8, serial aksi terbaru, turut menjadi daya tarik di Vidio. Anime ini berkisah tentang Kafka Hibino yang bermimpi bergabung dengan Pasukan Pertahanan untuk melawan Kaiju, monster raksasa yang mengancam Jepang, namun secara tak terduga ia sendiri berubah menjadi Kaiju dan harus menyembunyikan identitas barunya. Alur cerita yang unik dan aksi monster yang masif menjadikan Kaiju No.8 tontonan wajib bagi pecinta genre ini.
Perkembangan industri anime di Indonesia menunjukkan bahwa platform streaming lokal memainkan peran vital dalam mendistribusikan konten Jepang ke basis penggemar yang sangat luas dan loyal. Meskipun tantangan seperti pembajakan dan minimnya konten lokal berbasis anime masih ada, dukungan terhadap platform legal dan upaya translasi lokal menjadi kunci untuk membangun ekosistem anime yang sehat dan berkelanjutan di masa depan. Investasi pada kekayaan intelektual (IP) dengan fondasi cerita yang kuat dan karakter yang ikonik dipandang lebih menjanjikan dibanding mengejar tren jangka pendek, sesuai dengan preferensi audiens Indonesia yang memiliki ikatan emosional kuat terhadap narasi mendalam. Ini mengindikasikan bahwa daya tarik anime aksi bukan hanya pada pertarungan epik, tetapi juga pada kedalaman karakter dan pesan moral yang disampaikannya.