Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Mike Octavian: Dari Manusia Silver ke Model, Menginspirasi untuk Berani Bermimpi

2026-01-22 | 08:07 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-22T01:07:34Z
Ruang Iklan

Mike Octavian: Dari Manusia Silver ke Model, Menginspirasi untuk Berani Bermimpi

Mike Octavian, yang dulunya dikenal sebagai "manusia silver" di jalanan Jakarta, kini melangkah di panggung mode profesional, membawa serta pesan inspiratif: "Kita harus punya mimpi, kita kejar mimpi kita karena kita tidak tahu kita lahir di keluarga yang mana." Perjalanan transformatif pemuda berusia 16 tahun ini, dari anonimitas pekerja informal jalanan hingga menjadi model yang dilirik agensi Korea Selatan, menyoroti realitas mobilitas sosial di tengah dominasi sektor informal Indonesia.

Sebelum dikenal di industri mode, Mike Octavian menghabiskan hari-harinya di persimpangan jalan, melumuri tubuhnya dengan cat perak untuk mendapatkan penghasilan. Profesi "manusia silver" merupakan salah satu representasi dari sektor informal yang luas di Indonesia, sebuah segmen pekerjaan yang seringkali rentan dan tanpa jaminan sosial. Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2025 menunjukkan bahwa pekerja informal mendominasi struktur ketenagakerjaan Indonesia, mencapai 59,40 persen atau sekitar 86,56 juta orang dari total penduduk bekerja. Angka ini sedikit meningkat dari Februari 2024 yang tercatat 59,17 persen, menandakan bahwa tantangan dalam transisi menuju sektor formal masih signifikan. Dominasi usaha mikro, yang membentuk 99,9 persen dari total UMKM nasional, memperburuk kondisi ini, memicu kekhawatiran tentang "involusi ekonomi" di mana aktivitas ekonomi berjalan namun tanpa kemajuan nyata, menurut analisis BPS.

Titik balik dalam hidup Mike datang pada Agustus 2024, ketika tim Captain Barbershop melakukan eksperimen sosial dengan memberinya perubahan penampilan. Transformasi ini, yang diawali dengan video viral di TikTok, mengungkap potensi tersembunyi Mike: tinggi badan 181 sentimeter dan paras berketurunan Belanda yang ideal untuk dunia mode. Kesempatan tersebut membuka pintu kolaborasi dengan merek fesyen Signore pada tahun yang sama, lalu mengantarkannya bergabung dengan Humann Management, sebuah agensi model profesional. Mike Octavian telah tampil di berbagai ajang bergengsi, termasuk Plaza Indonesia Fashion Week dan Sapto Djojokartiko Spring/Summer 2026, dan bahkan menarik perhatian agensi dari Korea Selatan.

Pesan Mike Octavian, "Kita harus punya mimpi, kita kejar mimpi kita karena kita tidak tahu kita lahir di keluarga yang mana," tidak sekadar menjadi kutipan inspiratif, melainkan sebuah refleksi atas realitas struktural dan aspirasi individu. Pesan ini relevan bagi jutaan pekerja informal di Indonesia yang berjuang mencari penghidupan di tengah keterbatasan. Kisahnya menyoroti bahwa bakat dan potensi dapat muncul dari latar belakang yang paling tidak terduga, namun seringkali memerlukan "kesempatan" yang tepat untuk berkembang, seperti yang disorot oleh beberapa pengamat sosial.

Narasi Mike Octavian memberikan contoh nyata tentang bagaimana inisiatif pribadi dan dukungan eksternal dapat mengubah lintasan hidup. Namun, dampaknya melampaui kisah individu. Kisah-kisah seperti ini dapat memicu diskusi lebih lanjut mengenai upaya sistematis untuk memperluas akses ke sektor formal dan meningkatkan kapasitas pekerja informal. Para analis ekonomi menekankan perluasan sektor formal dan peningkatan kapasitas usaha mikro sebagai langkah krusial untuk mencegah perekonomian terperangkap dalam siklus involusi berkepanjangan. Mike Octavian kini menjadi simbol harapan, membuktikan bahwa meskipun seseorang terlahir dalam keadaan yang penuh tantangan, tekad untuk mengejar mimpi dapat membuka jalan menuju kemungkinan yang tak terbayangkan.