Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

5 Karya Seni Sri Astari Rasjid yang Mengukir Sejarah dan Menginspirasi

2025-12-05 | 18:48 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-05T11:48:00Z
Ruang Iklan

5 Karya Seni Sri Astari Rasjid yang Mengukir Sejarah dan Menginspirasi

Sri Astari Rasjid, seniman kontemporer terkemuka Indonesia yang juga pernah mengemban tugas sebagai Duta Besar RI, meninggalkan warisan artistik yang kaya dan mendalam. Karyanya seringkali mengeksplorasi tema identitas perempuan, budaya Jawa, dan isu sosial politik dengan gaya yang khas dan provokatif. Berikut adalah lima karya seni Sri Astari Rasjid yang dianggap fenomenal dan memberikan dampak signifikan dalam kancah seni rupa.

Salah satu karya paling ikonik adalah instalasi "Armours for the Soul". Dipamerkan di berbagai ajang, termasuk Singapore Art Week 2016 di Marina Bay Sands, karya ini terdiri dari lima instalasi gaun kebaya panjang berwarna perak yang elegan. Meskipun terbuat dari material keras seperti aluminium, kebaya-kebaya ini tetap menampilkan garis lembut dan elegan, menyiratkan bahwa di balik keanggunan perempuan terdapat jiwa yang tangguh dalam menghadapi gejolak dunia, dengan elemen seperti tank, pistol, dan tengkorak sebagai simbol konflik.

Karya patung lainnya yang menarik perhatian adalah "La Vie En Rose" dari tahun 2006. Patung ini berupa tas tangan yang diisi dengan bunga mawar dan senapan, sebuah representasi kontras yang kuat antara keindahan dan kekerasan. Karya ini mencerminkan dua sisi berlawanan dari kehidupan, dengan satu sisi bertuliskan "La Vie en Rose" dan sisi lainnya "La Vie en Noire", yang juga pernah mencatat harga tertinggi dalam lelang karyanya.

Dalam bidang lukisan, "Petruk Can Do Everything Superman Can Do" yang dibuat pada tahun 2010 menampilkan reinterpretasi budaya Jawa yang tak lazim. Astari menggambarkan karakter wayang Petruk sebagai seorang perempuan terbang yang memegang Superman yang terkejut. Karya ini secara cerdas menantang stereotip gender dan menguji relevansi simbolisme Jawa dalam konteks modernisasi yang serbacepat.

Serial fotografi "Aku Diponegoro" dari tahun 2014 juga menjadi sorotan. Dalam karya ini, Sri Astari Rasjid sendiri memerankan Pangeran Diponegoro, pahlawan Jawa yang menentang penjajahan Belanda. Seri ini merupakan bagian penting dari eksplorasi fotografinya yang berkelanjutan dan diciptakan untuk pameran "Diponegoro 2015" di Galeri Nasional Indonesia, memperdalam pembahasan tentang identitas dan warisan budaya Jawa.

Terakhir, instalasi "Nine Pearls from Heaven" adalah manifestasi visual dari keberagaman budaya Indonesia. Karya ini menampilkan patung-patung wayang golek berukuran hampir 2 meter yang mengenakan berbagai kostum dari seluruh Indonesia. Patung-patung ini merepresentasikan tokoh-tokoh dari latar belakang agama, kepercayaan, dan spiritual yang berbeda, seperti Dewi Sri, Maryam, Khadijah, Asiah, dan Dewi Saraswati, yang menunjukkan kekayaan dan persatuan dalam pluralisme Indonesia.