Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Mak Vera Ungkap Impresi Perdana Nonton Tolong Saya (Dowajuseyo)

2026-01-23 | 15:44 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-23T08:44:44Z
Ruang Iklan

Mak Vera Ungkap Impresi Perdana Nonton Tolong Saya (Dowajuseyo)

Manajer artis kenamaan Mak Vera melontarkan pujian tinggi terhadap film horor kolaborasi Indonesia-Korea Selatan, 'Tolong Saya (Dowajuseyo)', usai menghadiri gala premiere di Jakarta Selatan pada Kamis, 22 Januari 2026. Ia secara khusus menyoroti kualitas narasi dan integrasi budaya dalam proyek sinema yang akan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 29 Januari 2026.

Dalam pernyataannya kepada media, Mak Vera mengungkapkan kekagumannya terhadap struktur cerita yang rapi, elemen ketegangan yang berhasil dibangun, serta pesan kehidupan mendalam yang terkandung di dalamnya. "Filmnya benar-benar bagus. Ceritanya rapi, seru, dan punya pesan kehidupan yang dalam. Ada romantisnya, ada horornya, ada ketegangannya, tapi semuanya menyatu dengan baik," tuturnya.

Lebih lanjut, mantan manajer mendiang Olga Syahputra itu menggarisbawahi keunikan kolaborasi Indonesia dan Korea Selatan yang disebutnya terjalin solid. Ia melihat perpaduan dua budaya tersebut menyatu secara apik dalam karya film ini, baik dari sisi cerita maupun representasi budaya. Kehadirannya pada malam gala premiere juga menjadi bentuk dukungan pribadi untuk sahabatnya, Ibu Herty Purba, yang bertindak sebagai produser eksekutif, dan Erick Mulyono, selaku produser film tersebut.

Film 'Tolong Saya (Dowajuseyo)', yang berarti "Tolong Saya" dalam bahasa Korea, mengisahkan Tania (diperankan oleh Saskia Chadwick), seorang mahasiswa Indonesia di Korea Selatan yang terjerat dalam teror arwah penasaran Min Yong (Kim Seoyoung), seorang korban kekerasan seksual. Produksi Heart Pictures ini memadukan mitos urban Korea yang melarang menolong orang asing di malam hari dengan pengalaman horor yang dialami karakter Indonesia. Penulis skenario Nuke bersama Baby, yang merupakan kandidat doktor, menuturkan bahwa cerita film ini diangkat dari kisah nyata yang ia alami saat masih berstatus diploma di Korea. Elemen horor psikologis dipadukan dengan drama romantis yang intens, berlatar di berbagai lokasi ikonik di Korea Selatan, menawarkan pengalaman sinematik yang segar dan lintas budaya.

Keberanian Heart Pictures, rumah produksi yang dipimpin oleh Herty Purba, dalam menghadirkan film lintas negara dengan konsep berbeda mendapat apresiasi Mak Vera, mengingat tantangan produksi yang melibatkan dua negara. Film ini tidak hanya menargetkan segmen penonton horor, tetapi juga berupaya menyentuh emosi penonton melalui konflik personal dan pesan moral di dalamnya. Pesan edukasi juga terselip, khususnya bagi pelajar atau mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri, untuk selalu mengingat nasihat orang tua, berfokus pada pendidikan, berhati-hati, berperilaku baik, serta menghargai adat dan budaya setempat.

Penayangan 'Tolong Saya (Dowajuseyo)' pada 29 Januari 2026 diharapkan dapat memperkaya khazanah perfilman horor Indonesia dengan sentuhan internasional. Keterlibatan Mak Vera, seorang figur berpengalaman dalam manajemen artis yang kini juga merambah ke proyek-proyek film, memberikan bobot tersendiri terhadap penerimaan awal film ini di mata publik dan industri.