:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475149/original/059902200_1768552965-Immersive_Culinary_Class_Wars_S3_still_-1.jpg)
Netflix secara resmi mengumumkan produksi musim ketiga dari serial kompetisi memasak populer mereka, Culinary Class Wars, dengan perubahan format fundamental yang akan menggeser fokus dari persaingan individu menjadi pertarungan tim antar restoran. Konfirmasi ini datang pada 16 Januari 2026, menyusul berakhirnya musim kedua yang sukses menduduki peringkat teratas kategori acara TV non-Bahasa Inggris global. Perubahan signifikan ini bertujuan untuk meningkatkan tensi kompetisi, menjadikan reputasi restoran dan kemampuan kolektif tim sebagai taruhan utama.
Pada musim-musim sebelumnya, "Culinary Class Wars" dikenal sebagai medan pertarungan bagi 100 koki, membagi mereka menjadi dua kubu: "White Spoons" yang terdiri dari 20 koki selebriti dan profesional mapan, serta "Black Spoons" yang diisi oleh 80 koki pendatang baru berbakat yang ingin membuktikan diri. Mereka bersaing untuk memperebutkan hadiah 300 juta won (sekitar $203.000). Kesuksesan format ini telah menempatkan acara ini di daftar 10 Besar Acara TV non-Bahasa Inggris Netflix secara global selama dua musim berturut-turut.
Untuk musim ketiga, Netflix menetapkan bahwa peserta harus mendaftar sebagai tim yang terdiri dari empat koki yang saat ini bekerja bersama di satu restoran yang sama. Pendaftar individu atau tim yang dibentuk dari koki-koki dari berbagai restoran tidak akan diterima, meskipun restoran dengan merek yang sama namun beroperasi di berbagai lokasi dapat mendaftar sebagai satu tim. Perubahan ini mencerminkan upaya strategis untuk menghadirkan dinamika kompetisi yang lebih kompleks dan narasi yang berpusat pada "pertarungan kolektif demi kebanggaan, reputasi, dan kelangsungan hidup," menurut pernyataan dari Netflix.
Produser Kim Eun-ji dari Studio Slam, yang kembali memimpin produksi bersama penulis Mo Eun-seol setelah sukses di dua musim sebelumnya, menyatakan rasa syukurnya atas dukungan penonton global. Kim menambahkan bahwa tim akan berupaya "menghadirkan format yang lebih disempurnakan dan hiburan yang memenuhi harapan penggemar." Studio Slam juga merupakan tim produksi di balik sukses "Physical: 100", menunjukkan pengalaman mereka dalam menciptakan acara kompetisi beranggaran tinggi dengan narasi yang menarik.
Meskipun Netflix telah membuka pendaftaran untuk musim ketiga, tanggal rilis resmi belum diumumkan, namun diperkirakan akan tayang pada kuartal keempat tahun 2026. Belum ada konfirmasi mengenai kembalinya juri Paik Jong-won dan Ahn Sung-jae. Paik Jong-won sempat terlibat dalam kontroversi di awal tahun 2025, meskipun tuduhan terhadapnya telah dibersihkan pada Januari, spekulasi mengenai partisipasinya di masa depan tetap ada. Sementara itu, tim produksi Culinary Class Wars baru-baru ini juga mengeluarkan peringatan keras terhadap komentar-komentar jahat dan serangan pribadi yang menargetkan koki yang berpartisipasi di musim kedua, menegaskan akan mengambil tindakan hukum tanpa toleransi. Hal ini menyoroti tekanan dan sorotan publik yang intens terhadap para peserta dalam acara kompetisi populer.
Pergeseran format tim ini dapat dipandang sebagai respons terhadap tren dalam acara realitas Korea yang terus berevolusi untuk menjaga minat penonton dan menawarkan pengalaman baru. Popularitas konten Korea, termasuk acara realitas, telah berkembang pesat secara global melalui platform seperti Netflix. "Culinary Class Wars" merupakan bagian integral dari lanskap hiburan Korea yang lebih luas, di mana acara kompetisi dan realitas seringkali menarik perhatian yang serupa dengan K-Pop itu sendiri, menunjukkan bagaimana dinamika produksi dan ekspektasi penonton terus membentuk genre ini.
Perubahan format menjadi pertarungan tim dapat memperdalam eksplorasi kolaborasi, kepemimpinan, dan tantangan operasional dapur sesungguhnya, berpotensi menarik audiens yang lebih luas yang tertarik pada drama tim serta keahlian kuliner. Ini juga dapat memberikan platform yang lebih besar bagi restoran untuk membangun merek mereka di panggung internasional, mengubah kompetisi individu menjadi pertarungan gengsi antar institusi.