Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

AIZO King Gnu: Lirik Viral Gemparkan Pembuka JJK S3, Pecah 11 Juta Views dalam 10 Hari

2026-01-22 | 04:06 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-21T21:06:45Z
Ruang Iklan

AIZO King Gnu: Lirik Viral Gemparkan Pembuka JJK S3, Pecah 11 Juta Views dalam 10 Hari

Lagu terbaru King Gnu berjudul "AIZO", yang menjadi lagu pembuka untuk anime Jujutsu Kaisen Musim ke-3 "Culling Game Arc: Part 1", telah mengumpulkan jutaan penayangan di platform daring hanya dalam waktu kurang dari dua minggu sejak perilisannya pada 8 Januari 2026, menandai keberlanjutan dominasi grup ini dalam lanskap musik yang terhubung dengan anime global. Video resmi yang menampilkan lagu "AIZO" di kanal YouTube King Gnu sendiri telah mencapai 4,2 juta penayangan, sementara video lirik yang diunggah secara terpisah pada tanggal yang sama telah melampaui 6,4 juta penayangan, secara kolektif melampaui angka 10 juta penayangan dalam kurun waktu singkat. Antusiasme terhadap lirik lagu "AIZO" secara khusus menjadi viral di media sosial, memicu diskusi mendalam di kalangan penggemar terkait interpretasi dan relevansinya dengan narasi gelap serial Jujutsu Kaisen.

Kolaborasi ini bukan yang pertama bagi King Gnu dengan waralaba Jujutsu Kaisen. Sebelumnya, band asal Tokyo ini telah dikenal luas melalui lagu "Ichizu" dan "Sakayume" untuk film Jujutsu Kaisen 0, serta "SPECIALZ" yang menjadi pembuka untuk insiden Shibuya pada musim kedua anime tersebut. Lagu "SPECIALZ" sendiri telah ditonton lebih dari 179 juta kali di YouTube, sementara "Sakayume" telah mencapai 158 juta penayangan, menunjukkan skala dampak global King Gnu melalui kemitraan anime. Tim King Gnu menyatakan bahwa "AIZO" merupakan sebuah karya yang "memperbarui gaya klasik King Gnu dengan cara yang baru", memperkuat identitas musikal mereka yang khas.

Fenomena virality lirik lagu King Gnu, seperti yang terlihat pada "SPECIALZ", seringkali berasal dari penggunaan bahasa Jepang tradisional yang berpadu dengan frasa bahasa Inggris modern, menciptakan kontras yang artistik dan resonansi emosional yang kuat. Lirik-lirik mereka kerap mengeksplorasi tema obsesi, godaan, kehancuran yang euforik, dan keindahan dalam kehancuran, seringkali dari sudut pandang yang tidak konvensional, bahkan dari perspektif roh terkutuk. Kemampuan King Gnu dalam meramu "Tokyo New Mixture Style" mereka yang inovatif, yang memadukan rock, R&B, jazz, dan J-pop, telah mengantarkan mereka pada pengakuan global, melampaui batasan pasar domestik Jepang.

Keberhasilan "AIZO" dalam menarik perhatian masif mengukuhkan peran strategis kolaborasi antara musisi papan atas Jepang dan industri anime yang terus berkembang pesat. Anime, sebagai medium budaya populer global, terbukti menjadi gerbang efektif bagi J-pop untuk menjangkau audiens internasional yang lebih luas. Melalui lagu-lagu pembuka dan penutup yang ikonik, band seperti King Gnu tidak hanya memperkuat identitas visual dan naratif anime, tetapi juga memperkenalkan karya musik mereka kepada jutaan penggemar di seluruh dunia, mengubah setiap rilis lagu menjadi peristiwa budaya yang signifikan. Tren ini diperkirakan akan terus berlanjut, mendorong lebih banyak integrasi antara musik dan animasi sebagai strategi kunci dalam penetrasi pasar hiburan global.