Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Parade Cosplay Ikonik di Indonesia Comic Con 2022: Ainz-sama hingga Huma Pukau Pengunjung

2025-12-24 | 16:51 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-24T09:51:04Z
Ruang Iklan

Parade Cosplay Ikonik di Indonesia Comic Con 2022: Ainz-sama hingga Huma Pukau Pengunjung

Ribuan penggemar budaya pop membanjiri Jakarta Convention Center (JCC) Hall B pada 1-2 Oktober 2022, menandai kembalinya perhelatan Indonesia Comic Con (ICC) secara luring setelah absen dua tahun akibat pandemi. Acara ini menjadi panggung utama bagi para cosplayer di Indonesia, menampilkan dedikasi tinggi melalui berbagai karakter, mulai dari Ainz Ooal Gown yang ikonik hingga representasi karakter yang lebih lawas seperti Huma.

Indonesia Comic Con 2022, yang diselenggarakan oleh Panorama Media dengan dukungan TikTok Shop sebagai sponsor utama, menghadirkan semangat yang luar biasa, terlihat dari padatnya pengunjung hingga menyebabkan penutupan gerbang sementara. Fenomena cosplay menjadi salah satu daya tarik utama, dengan peserta yang rela menginvestasikan waktu dan biaya substansial untuk menghidupkan karakter favorit mereka. Seorang cosplayer bernama Deri, misalnya, dilaporkan menghabiskan jutaan rupiah demi kostum Ainz-sama, karakter utama dari serial anime populer Overlord. Ainz Ooal Gown, seorang undead penguasa Makam Nazarick, telah menjadi figur sentral dalam genre isekai yang banyak digandrungi, dikenal karena kekuatannya yang luar biasa. Sementara itu, kemunculan karakter seperti Huma, yang kemungkinan besar merujuk pada Ksatria Naga Huma dari seri Dragonlance yang lebih klasik, menunjukkan spektrum luas referensi yang dianut komunitas cosplayer Indonesia. Dedikasi ini tidak hanya terbatas pada anggaran besar, seperti yang ditunjukkan oleh Everett Kristopher yang berhasil menciptakan kostum Ghost Face dari waralaba Scream dengan biaya sekitar Rp500.000 dalam dua minggu, menggunakan bahan sederhana seperti jas hujan.

Perkembangan cosplay di Indonesia telah melampaui sekadar hobi individual, bertransformasi menjadi bagian integral dari ekonomi kreatif dan budaya pop. Menurut Edy Chandra dari Universitas Tarumanagara, cosplay mendorong pertumbuhan industri kreatif terkait, mencakup penjualan kostum, aksesori, dan merchandise, yang dimanfaatkan oleh pengrajin dan pedagang lokal. Lebih jauh, kegiatan ini juga mendukung pariwisata lokal dan industri acara serta hiburan di Indonesia. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dalam beberapa kesempatan, menegaskan bahwa hobi cosplay secara signifikan mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif nasional. Komunitas cosplay di Indonesia tidak hanya menjadi wadah ekspresi kreativitas, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan sosial anggotanya. Beberapa cosplayer bahkan telah mengembangkan "personal branding" melalui platform digital, membuka peluang karier profesional, pengakuan global, dan kolaborasi dengan merek serta komunitas digital.

Seiring dengan popularitas karakter internasional, terdapat pula tren yang berkembang dalam "cosplay lokal," di mana para cosplayer mulai menghadirkan tokoh-tokoh dari waralaba Indonesia, menunjukkan akulturasi antara budaya pop Jepang dan unsur lokal. Penyelenggara Indonesia Comic Con sendiri telah mengusung tema "Local Rise Up," dengan sebagian besar kontennya didedikasikan untuk industri budaya pop lokal, termasuk film Indonesia dan area khusus bagi seniman lokal untuk memamerkan karakter serta produk mereka. Integrasi ini mencerminkan dinamika adaptasi budaya yang terjadi, di mana hobi yang berakar dari luar negeri berinteraksi dengan identitas budaya setempat. Meskipun ada kekhawatiran mengenai potensi penggeseran budaya tradisional atau kostum yang dianggap tidak sesuai norma, tren akulturasi ini justru menunjukkan evolusi positif dalam komunitas cosplay di Indonesia.

Melihat antusiasme yang terus meningkat dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan sponsor, masa depan industri cosplay di Indonesia diperkirakan akan terus berkembang. Pertumbuhan ini tidak hanya akan memperkuat komunitas dan membuka lebih banyak peluang ekonomi, tetapi juga akan mendorong inovasi dalam kreasi kostum dan penjelajahan karakter, baik dari sumber internasional maupun kekayaan budaya lokal. Perhelatan seperti Indonesia Comic Con menjadi katalis penting dalam ekosistem ini, menghubungkan penggemar, kreator, dan industri dalam sebuah perayaan kreativitas yang dinamis.