Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Menguak Sisi Seniman Brad Pitt: 5 Karya Unik dari Patung Kayu hingga Keramik

2025-12-27 | 20:32 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-27T13:32:54Z
Ruang Iklan

Menguak Sisi Seniman Brad Pitt: 5 Karya Unik dari Patung Kayu hingga Keramik

Aktor pemenang Oscar, Brad Pitt, secara mengejutkan membuat debutnya di dunia seni rupa pada September 2022, menampilkan sembilan karya patung dan keramik di Museum Seni Sara Hildén di Tampere, Finlandia. Pameran bersama bertajuk "Thomas Houseago—WE with Nick Cave & Brad Pitt" ini menandai pertama kalinya bintang Hollywood itu memamerkan karya seninya kepada publik, sebuah langkah yang disebutnya sebagai "inventarisasi radikal diri" yang lahir dari refleksi pasca-perpisahan yang bergejolak.

Keterlibatan Pitt dalam pameran ini muncul dari dialog berkelanjutan dengan seniman Inggris Thomas Houseago dan musisi Australia Nick Cave, yang keduanya juga memamerkan karya mereka. Museum tersebut, yang awalnya dijadwalkan hanya menampilkan karya Houseago, mengumumkan penambahan karya Pitt dan Cave, menambah lapisan intrik pada pameran ini. Pitt menyatakan bahwa seni rupa menjadi jalan keluar terapeutik, terutama setelah perceraiannya dengan Angelina Jolie pada tahun 2016, di mana ia mencari kejujuran brutal dengan dirinya sendiri dan mempertanggungjawabkan kesalahan yang mungkin telah ia lakukan.

Di antara sembilan karya yang dipamerkan Pitt, beberapa menonjol karena narasi personal dan eksplorasi materialnya.

1. "House A Go Go" (2017): Patung pertama Pitt ini terbuat dari potongan kayu bekas, sebuah permainan kata dari nama Houseago. Karya ini menandai permulaan eksplorasi Pitt dalam dunia seni rupa dan menunjukkan bagaimana kolaborasi artistik memengaruhi awal perjalanannya.

2. Patung Rumah Berpeluru (judul spesifik bervariasi): Beberapa karya Pitt meliputi struktur berbentuk rumah yang dicetak dari silikon bening dan ditembak dengan amunisi berbagai kaliber. Karya-karya ini secara visual menangkap ketegangan dan kerapuhan, menyiratkan kehancuran dan kerusakan, yang dapat diinterpretasikan sebagai metafora untuk pengalaman pribadi sang seniman.

3. "Aiming at You I Saw Me But It Was Too Late This Time" (2020): Salah satu karya berskala besar Pitt adalah panel plester seukuran peti mati yang menggambarkan adegan baku tembak dengan delapan sosok manusia yang berusaha melepaskan diri dari struktur penopang. Karya ini memberikan kesan kekerasan dan perjuangan, mencerminkan pergolakan emosional dan pencarian identitas diri yang lebih dalam.

4. "Slave to Our Vices": Karya ini, bersama dengan "House-A-Go-Go" dan "Aiming At You I Saw Me But It Was Too Late This Time", menunjukkan kecenderungan Pitt untuk judul yang samar namun sugestif, memungkinkan penonton untuk menafsirkan makna yang lebih dalam di balik bentuk visual. Meskipun detail spesifik tentang bentuk fisik "Slave to Our Vices" tidak dijelaskan secara rinci dalam laporan awal, judulnya mengisyaratkan tema-tema perjuangan internal dan kelemahan manusia.

5. Keramik "Candle Holders For Loved Ones": Selama pandemi global, Pitt juga bereksperimen dengan medium keramik, menciptakan serangkaian karya berukuran kecil yang disebut "Candle Holders For Loved Ones". Eksplorasi keramik ini menunjukkan fleksibilitas artistiknya dan mungkin mencerminkan pencarian kenyamanan dan koneksi selama periode isolasi global. Fenomena selebriti yang beralih ke keramik, yang kadang disebut "bro-ramics", menunjukkan pergeseran minat dalam seni yang lebih taktil dan meditatif di kalangan tokoh publik.

Pameran di Tampere tidak hanya mengungkapkan sisi baru dari seorang ikon Hollywood, tetapi juga memicu diskusi lebih luas tentang hubungan antara ketenaran dan seni rupa. Sementara beberapa kritikus mungkin mempertanyakan motivasi atau kedalaman karya seni selebriti, Pitt sendiri menekankan bahwa seni adalah tentang "refleksi diri" dan "menerima pertanggungjawaban". Karya-karyanya, terutama patung-patung yang sarat akan simbolisme personal, memberikan wawasan tentang perjuangan dan penyembuhan seorang individu di balik persona publiknya yang termasyhur. Pameran ini menegaskan bahwa seni, dalam bentuknya yang paling pribadi, dapat menjadi katalisator untuk introspeksi dan pemulihan, terlepas dari latar belakang penciptanya.