Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Mahen Selami Kisah Cinta Beda Agama di Lagu Teranyar

2025-12-27 | 01:46 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-26T18:46:58Z
Ruang Iklan

Mahen Selami Kisah Cinta Beda Agama di Lagu Teranyar

Penyanyi Petrus Mahendra, atau dikenal dengan nama panggung Mahen, kembali mengukuhkan posisinya sebagai seniman yang berani menyentuh isu sosial sensitif melalui karya musik. Ia baru saja merilis single terbarunya, "Nyaman Yang Ku Pilih", pada Jumat, 26 Desember 2025, yang secara eksplisit mengangkat tema hubungan cinta beda agama, sebuah isu yang kerap menjadi polemik dalam masyarakat Indonesia. Lagu ini hadir dengan sudut pandang yang berbeda, cenderung mengajak untuk berdamai dengan kenyataan dan menikmati momen kebersamaan, alih-alih hanya menyoroti kesedihan yang lazim muncul dalam narasi cinta lintas keyakinan.

Keputusan Mahen untuk kembali mengeksplorasi narasi ini bukan tanpa preseden. Sebelumnya, pada tahun 2021, ia telah meluncurkan lagu "Seamin Tak Seiman" yang juga mengangkat isu serupa, namun dengan fokus pada dilema dan kepedihan yang menyertai hubungan beda agama. Dalam pernyataan resminya, Mahen mengakui bahwa inspirasi untuk "Nyaman Yang Ku Pilih" berasal dari pengalaman pribadi yang sedang ia jalani, meskipun tujuannya adalah memberikan "penyembuhan" bagi pendengar yang menghadapi situasi serupa. Proses kreatif lagu ini dilaporkan berjalan sangat cepat, selesai hanya dalam satu hari produksi.

Topik cinta beda agama yang diusung Mahen bukan sekadar refleksi personal, melainkan cerminan dari dinamika sosial dan hukum yang kompleks di Indonesia. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menetapkan bahwa perkawinan sah apabila dilaksanakan menurut hukum agama dan kepercayaan masing-masing pihak. Interpretasi pasal ini seringkali menimbulkan ambiguitas, mengingat sebagian besar agama di Indonesia melarang pernikahan antarumat berlainan keyakinan. Situasi ini semakin dipertegas dengan keluarnya Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 2 Tahun 2023 pada Juli 2023, yang secara tegas melarang hakim mengabulkan permohonan pencatatan perkawinan beda agama. Kebijakan ini, yang disambut baik oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) namun disayangkan oleh Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), menciptakan batasan hukum yang signifikan bagi pasangan lintas keyakinan.

Meskipun terdapat kendala hukum dan sosial, fenomena pernikahan beda agama tetap ada di masyarakat. Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) mencatat adanya 1.645 pasangan beda agama yang melangsungkan pernikahan antara tahun 2005 hingga Juli 2023. Direktur Program ICRP, Ahmad Nurcholish, mengemukakan bahwa tren pernikahan beda agama menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun, dengan rata-rata 12-15 pernikahan setiap bulan dalam periode tersebut. Namun, pasangan-pasangan ini seringkali menghadapi tekanan sosial yang intens, bahkan berujung pada perpisahan akibat ekspektasi keluarga dan norma masyarakat.

Karya Mahen melalui "Nyaman Yang Ku Pilih" memberikan ruang diskursus baru. Alih-alih meratapi nasib atau mempertanyakan pilihan sulit, lagu ini menawarkan perspektif penerimaan dan kebahagiaan dalam menjalani hubungan lintas iman. Ini sejalan dengan pergeseran pandangan di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial, yang cenderung lebih terbuka terhadap cinta beda agama dan memprioritaskan kepribadian serta kecocokan emosional daripada latar belakang keyakinan. Meski demikian, penerimaan di tingkat masyarakat luas masih belum sepenuhnya terwujud, mendorong banyak pasangan untuk menjalani hubungan secara diam-diam demi menghindari stigma. Kontribusi Mahen dalam ranah musik pop Indonesia menegaskan bahwa seni memiliki kapasitas untuk merespons dan merefleksikan realitas sosial yang kompleks, sekaligus memicu dialog yang lebih luas tentang toleransi, penerimaan, dan hak individu dalam konteks masyarakat majemuk.