
iDramaFlix, platform hiburan digital inovatif, telah secara resmi meluncurkan penawaran perdana serial drama format vertikalnya di Indonesia, dengan judul "My Husband's Secret Identity" menjadi pionir dalam genre yang kian dominan ini. Langkah strategis ini, yang diumumkan sekitar Juli 2025, menandai upaya signifikan untuk menangkap pasar konsumsi konten seluler yang terus berkembang di Indonesia, ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa. Penayangan serial ini merefleksikan pergeseran fundamental dalam kebiasaan menonton global, di mana konten berorientasi potret yang disesuaikan untuk perangkat seluler kini menjadi pendorong utama keterlibatan audiens.
Tren drama vertikal, yang dipopulerkan oleh "Dracin" atau Drama China, telah menunjukkan pertumbuhan eksplosif secara global. Pasar drama vertikal dunia bernilai 4,17 miliar Dolar Amerika Serikat pada tahun 2024 dan diproyeksikan tumbuh menjadi 4,72 miliar Dolar Amerika Serikat pada tahun 2025, dengan proyeksi mencapai 8,42 miliar Dolar Amerika Serikat pada tahun 2031, menunjukkan Tingkat Pertumbuhan Tahunan Majemuk (CAGR) sebesar 10,8%. Di luar Tiongkok, pasar ini menghasilkan sekitar 1,4 miliar Dolar Amerika Serikat pada tahun 2024 dan diperkirakan mencapai 9,5 miliar Dolar Amerika Serikat pada tahun 2030, menandakan adopsi yang cepat dan monetisasi yang substansial. Data kuartal pertama 2025 menunjukkan pembelian dalam aplikasi di seluruh aplikasi drama pendek mendekati 700 juta Dolar Amerika Serikat.
iDramaFlix, melalui CEO dan Pendirinya, Huang Xiyi, menyatakan komitmennya untuk menghadirkan pengalaman menonton yang mulus, fleksibel, dan terjangkau, dengan setiap episode berdurasi singkat, antara satu hingga dua menit, namun tetap mempertahankan kualitas sinematik. Pendekatan "golden three seconds" digunakan untuk segera menarik perhatian penonton, sebuah taktik krusial mengingat preferensi audiens terhadap konten yang mudah dicerna dan durasi perhatian yang semakin pendek. Statistik menunjukkan bahwa video yang lebih pendek dari 45 detik mempertahankan tingkat keterlibatan penonton sebesar 82%. Video vertikal secara umum juga mencatat tingkat penyelesaian sekitar 76% pada perangkat seluler, jauh melampaui 54% untuk video horizontal.
Dominasi konsumsi seluler menjadi inti dari strategi ini; lebih dari 75% penayangan video kini terjadi di perangkat seluler, dan diperkirakan 42,6% populasi global, atau sekitar 3,47 miliar orang, akan menonton video di ponsel mereka pada tahun 2025. Format vertikal memaksimalkan ruang layar perangkat seluler, menghasilkan peningkatan keterlibatan sebesar 13,8% dan bahkan hingga 130% dalam beberapa penelitian. Platform seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts telah menormalisasi konsumsi video pendek, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi drama vertikal.
Namun, adopsi format ini juga membawa tantangan. Over-saturasi konten, kesulitan menyampaikan pesan yang komprehensif dalam durasi singkat, dan ketergantungan pada algoritma platform menjadi rintangan yang perlu diatasi. Bagi produsen tradisional, adaptasi dari alur kerja horizontal ke vertikal juga memerlukan modifikasi teknis dan kreatif yang signifikan. Meskipun demikian, iDramaFlix berkomitmen untuk mendukung industri kreatif lokal Indonesia dengan berkolaborasi dengan rumah produksi dan talenta muda.
Implikasi jangka panjang dari pergeseran ini menunjukkan bahwa format vertikal bukan sekadar tren sesaat. Pada tahun 2026, video vertikal diperkirakan akan mendefinisikan pengalaman penerbit daring, dengan beranda dan templat artikel dibangun ulang di sekitar aliran video imersif yang mengutamakan gesekan. Industri hiburan di Los Angeles juga telah bergerak cepat, dengan puluhan serial vertikal diproduksi setiap bulan, seringkali secara independen. iDramaFlix memposisikan diri untuk memanfaatkan perubahan paradigma ini, tidak hanya sebagai penyedia konten, tetapi sebagai ekosistem yang mendorong pertumbuhan IP lokal dan monetisasi lintas platform, menargetkan pengembalian investasi tahunan lebih dari 25% melalui kombinasi produksi skala besar dan pengembangan aset industri. Ini menunjukkan bahwa drama vertikal akan terus membentuk lanskap media digital, memaksa para pemain industri untuk beradaptasi dengan preferensi konsumen yang terus berevolusi.