
Band rock kawakan Blunt ID telah kembali menggebrak kancah musik Indonesia dengan merilis single terbaru mereka, "Angkuh", yang sarat dengan pesan protes sosial yang tajam. Lagu ini, yang aslinya diciptakan pada tahun 1998 dan diaransemen ulang pada tahun 2025, menyuarakan kritik terhadap penyalahgunaan kekuasaan dan keserakahan para penguasa.
Beranggotakan Agi (gitar), Andri (vokal), Demo (bass), Dheri (drum), dan Noly Lebon (gitar), Blunt ID, yang sebelumnya dikenal sebagai Bloodymary pada tahun 1995 di Bandung, muncul kembali setelah vakum panjang. Menurut Agi, sang gitaris, "Angkuh" membawa pesan protes dan kritik tajam terhadap mereka yang menyalahgunakan kekuatan atau pesona untuk menipu dan menyakiti orang lain. Ini juga merupakan refleksi tentang kesombongan manusia dan kritik sosial yang universal, bukan sekadar cerita tentang hubungan pribadi.
Vokalis Andri menambahkan bahwa sentuhan aransemen musik dalam "Angkuh" membawa kembali nuansa rock alternatif tahun 90-an, genre yang identik dengan perlawanan. Bassist Demo menyatakan bahwa lagu ini juga menjadi bentuk penghormatan tinggi kepada Widji Thukul dan kawan-kawan aktivis lainnya, yang dianggap sebagai para patriot pemberani pembela rakyat jelata di masa itu. Pesan getir dalam lagu ini lahir dari kegelisahan pasca-kejatuhan rezim Orde Baru hingga menyentil kesombongan kekuasaan.
Meskipun sempat vakum lama, Blunt ID mengaku proses kreatif pembuatan lagu ini berjalan mulus, menegaskan bahwa usia bukanlah penghalang dalam berkarya. Single "Angkuh" kini sudah dapat dinikmati di berbagai platform musik digital.