
Angelina Sondakh, mantan politikus yang kini dikenal sebagai aktris, menyoroti pesan antikorupsi yang kuat dalam film horor religi terbaru, "Jembatan Shiratal Mustaqim". Ia menghadiri pemutaran perdana film tersebut pada Rabu, 1 Oktober 2025, dan menyampaikan pandangannya mengenai isu krusial yang diangkat film ini. Angelina menekankan bahwa jalan menuju perbuatan tercela seringkali dimulai dari hal-hal kecil yang menyesatkan. Pernyataannya ini menjadi sorotan mengingat pengalaman masa lalunya yang pernah terjerat kasus korupsi. Ia juga menambahkan bahwa kekuasaan itu adiktif dan menjadi kaya adalah hal yang menyenangkan, namun dampaknya harus dipikirkan secara matang.
Film "Jembatan Shiratal Mustaqim" sendiri telah tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 9 Oktober 2025. Film ini disutradarai oleh Bounty Umbara dan diproduksi oleh Dee Company, dengan Dheeraj Kalwani sebagai produsernya.
Bergenre horor spiritual, film ini menyajikan lebih dari sekadar ketegangan supranatural, melainkan kritik sosial mendalam terhadap praktik korupsi yang kerap luput dari jerat hukum duniawi. "Jembatan Shiratal Mustaqim" terinspirasi dari konsep Islam mengenai jembatan tipis di atas neraka, namun dikemas dalam cerita modern yang mengaitkan bencana dan korupsi. Produser Dheeraj Kalwani menjelaskan bahwa ide pembuatan film ini muncul dari keresahan terhadap maraknya korupsi di Indonesia, dengan tujuan untuk mengangkat korupsi sebagai dosa sosial.
Film ini mengisahkan Arya (diperankan oleh Raihan Khan) yang selamat dari bencana tsunami namun kemudian dihantui penglihatan aneh tentang jembatan di atas neraka. Penglihatan tersebut ternyata memiliki kaitan dengan ayahnya (diperankan oleh Agus Kuncoro dan Rory Ashari) yang terlibat dalam kontroversi penggelapan dana bantuan bencana. Bersama ibunya (Imelda Therinne), Arya menyelidiki misteri ini, yang akhirnya mengungkap rahasia gelap dan skandal korupsi. Film ini secara visual menggambarkan azab dan balasan di akhirat bagi para koruptor, dengan adegan yang memvisualisasikan neraka, Padang Mahsyar, hingga jembatan Shiratal Mustaqim, mengingatkan bahwa setiap dosa, termasuk korupsi, akan ada balasannya di akhirat. Selain Raihan Khan dan Imelda Therinne, film ini juga dibintangi oleh Mike Lucock, Eduwart Manalu, dan Khalif Al Juna.