Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Mengungkap Maurizio Cattelan: Jenius Kontroversial di Balik Fenomena Pisang Dilakban

2025-11-30 | 11:32 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-30T04:32:45Z
Ruang Iklan

Mengungkap Maurizio Cattelan: Jenius Kontroversial di Balik Fenomena Pisang Dilakban

Maurizio Cattelan, seniman visual asal Italia yang dikenal dengan patung dan instalasi hiperrealistisnya, kembali menjadi sorotan dunia dengan karya seni kontroversialnya, "Comedian", sebuah pisang segar yang ditempel ke dinding dengan lakban. Karya ini, yang pertama kali dipamerkan pada Art Basel Miami Beach 2019, telah memicu perdebatan luas tentang definisi seni, nilai, dan humor.

Lahir di Padua, Italia pada tahun 1960, Cattelan adalah seniman otodidak yang memulai karirnya dengan mendesain dan memproduksi furnitur kayu. Ia dibesarkan oleh ibunya, seorang pembersih, dan ayahnya, seorang sopir truk. Pendekatan artistiknya sering kali satir dan provokatif, membuatnya dijuluki sebagai "pelawak" atau "pembuat lelucon" di dunia seni. Cattelan dikenal karena kemampuannya untuk menantang norma-norma sosial dan hierarki yang mengakar, seringkali dengan memadukan humor gelap dan ironi tajam dalam kritiknya terhadap masyarakat.

"Comedian" terdiri dari pisang segar yang ditempelkan ke dinding dengan lakban, tepat 1,6 meter di atas lantai. Pisang tersebut dibeli oleh Cattelan di toko kelontong di Miami, Florida, dengan perkiraan harga 30 sen. Karya seni konseptual ini hadir dalam edisi terbatas tiga buah (ditambah dua artist's proofs) dan dilengkapi dengan sertifikat keaslian serta diagram dan instruksi terperinci untuk penempatannya yang tepat. Komponen pisang dan lakban dapat diganti sesuai kebutuhan, karena representasi fisik "Comedian" bukanlah karya seni itu sendiri, melainkan konsepnya.

Ketika pertama kali dipamerkan di Art Basel Miami Beach 2019, dua edisi awal "Comedian" terjual masing-masing seharga $120.000, sementara edisi ketiga dihargai $150.000 dan dilaporkan dibeli oleh pihak yang terafiliasi dengan Museum Guggenheim. Karya ini dengan cepat menjadi sensasi viral, menarik perhatian media yang signifikan dan memicu pertanyaan apakah itu benar-benar seni. Kritikus dan penonton terbagi, dengan beberapa menyebutnya jenius yang patut dipertanyakan dan yang lain mencemoohnya sebagai simbol ekses pasar seni.

Pada November 2024, satu edisi "Comedian" dilelang di Sotheby's New York dan terjual dengan harga fantastis $6,2 juta (termasuk biaya) setelah perang penawaran selama tujuh menit. Pembeli karya tersebut adalah Justin Sun, seorang pengusaha mata uang kripto dan pendiri platform TRON, yang menyatakan niatnya untuk memakan pisang tersebut sebagai bagian dari pengalaman artistik yang unik. Penjualan ini jauh melampaui estimasi pra-lelang sebesar $1 juta hingga $1,5 juta, menyoroti daya tarik abadi provokasi konseptual di pasar seni.

Kontroversi seputar "Comedian" semakin diperparah oleh insiden di mana pisang tersebut dimakan oleh seniman pertunjukan. Pada tahun 2019, seniman David Datuna memakan pisang tersebut di Art Basel Miami Beach, menyebutnya sebagai tindakan "konsumsi artistik". Sebuah insiden serupa terjadi pada tahun 2023 ketika seorang mahasiswa Korea Selatan, Noh Huyn-soo, memakan pisang tersebut di Leeum Museum of Art di Seoul, lalu menempelkan kembali kulitnya ke dinding. Dalam setiap kasus, pisang tersebut dengan cepat diganti, menekankan sifat sementara dari karya seni tersebut.

Selain "Comedian", Cattelan dikenal dengan karya-karya kontroversial lainnya. Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah "La Nona Ora" (The Ninth Hour) tahun 1999, sebuah patung hiperrealistis Paus Yohanes Paulus II yang dihantam meteorit. Karya ini memicu perdebatan sengit, terutama di Italia yang mayoritas Katolik, dan mengukuhkan reputasinya sebagai "pelawak" dunia seni. Karya lain yang memicu perbincangan adalah "Him" (2001), patung lilin yang menggambarkan Adolf Hitler berlutut dalam posisi memohon, yang terjual lebih dari $17 juta pada tahun 2000. Cattelan juga menciptakan "America" (2016), sebuah toilet fungsional yang terbuat dari emas murni, yang pernah dipasang di salah satu kamar mandi Museum Guggenheim. Toilet emas ini dicuri pada tahun 2019 saat dipamerkan di Blenheim Palace.

Maurizio Cattelan terus menantang batasan seni kontemporer, menggunakan humor dan satire untuk mengomentari konsumerisme, politik, agama, dan absurditas masyarakat. Ia melihat orisinalitas sebagai sebuah evolusi, sebuah kemampuan untuk membangun dari apa yang telah ada. Melalui karyanya, Cattelan tidak bertujuan untuk sekadar mengejutkan, melainkan ingin mengajukan pertanyaan dan merefleksikan realitas yang terkadang lebih provokatif daripada seninya sendiri.