Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Kim Seon Ho Mengurai Tantangan Peran Interpreter dalam Drakor Can This Love Be Translated

2026-01-16 | 23:34 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-16T16:34:36Z
Ruang Iklan

Kim Seon Ho Mengurai Tantangan Peran Interpreter dalam Drakor Can This Love Be Translated

Aktor Kim Seon Ho mengungkapkan tantangan signifikan dalam memerankan Joo Ho Jin, seorang penerjemah multibahasa, dalam drama Korea terbaru Netflix, Can This Love Be Translated?, menyatakan bahwa tuntutan akting multibahasa dalam satu adegan terbukti lebih berat dibandingkan adegan aksi intens yang pernah ia lakoni. Pernyataan ini disampaikan pada konferensi pers peluncuran drama tersebut di Josun Palace, Gangnam, Seoul, pada 13 Januari 2026, menyoroti kompleksitas yang dihadapi para aktor saat mendalami profesi yang menuntut kemampuan linguistik tinggi.

Kim Seon Ho, yang dalam perannya sebagai Joo Ho Jin harus fasih berbahasa Korea, Jepang, Inggris, dan Italia, mengaku telah menghabiskan sekitar empat bulan untuk mempersiapkan diri, termasuk menghafal dialog, mempelajari tata bahasa, dan berlatih gestur. Ia bahkan sampai merasa kesulitan berbicara bahasa Korea dengan lancar setelah berulang kali berinteraksi dalam bahasa asing selama syuting. Aktor tersebut menyebut bahasa Jepang, khususnya, sebagai salah satu yang paling menantang karena detail dan porsi dialog yang banyak, diikuti oleh bahasa Italia. Kesulitan ini tidak hanya terletak pada pengucapan yang tepat, tetapi juga pada bagaimana menumpuk emosi yang sesuai di atas setiap baris dialog.

Karakter Joo Ho Jin dalam drama ini digambarkan sebagai seorang penerjemah ulung yang tenang dan profesional, mampu menjembatani komunikasi antarbudaya, namun ironisnya kikuk dalam memahami "bahasa cinta" Cha Mu Hee, seorang aktris top global yang diperankan oleh Go Youn Jung. Proses pendalaman karakter Ho Jin melibatkan diskusi intensif dengan sutradara Yoo Young Eun untuk menyampaikan kepribadian sang karakter melalui tatapan mata, gaya bicara, dan gerakan tubuh yang minim. Ini menunjukkan bahwa tantangan peran interpreter tidak hanya bersifat linguistik, melainkan juga emosional dan non-verbal.

Drakor Can This Love Be Translated?, yang ditulis oleh duo legendaris Hong Sisters (Hong Jung Eun dan Hong Mi Ran), dikenal karena karya-karya romansa komedi mereka yang menggabungkan romansa, komedi, dan emosi. Sutradara Yoo Young Eun memuji Kim Seon Ho atas kemampuannya menangkap nuansa emosional karakter Ho Jin, mulai dari komedi, romansa, hingga sisi dinginnya, menganggapnya sebagai aktor yang tak tergantikan. Produksi drama ini sendiri berskala global, dengan lokasi syuting di Korea Selatan, Jepang, Kanada, dan Italia, yang semakin memperkaya latar visual dan dinamika hubungan antar karakter.

Fenomena ini menggarisbawahi realitas profesi interpreter, yang dalam kehidupan nyata menuntut keterampilan bahasa yang sangat tinggi, kecepatan pemrosesan informasi yang cepat, dan ketahanan mental yang kuat. Peran mereka krusial dalam memfasilitasi komunikasi lintas bahasa di berbagai sektor, mulai dari diplomasi, bisnis, hingga hiburan. Keterlibatan Kim Seon Ho dalam peran ini, dengan segala kesulitan yang diungkapkannya, memberikan gambaran yang lebih mendalam mengenai tuntutan akting yang autentik dan kompleks, khususnya saat merepresentasikan profesi yang membutuhkan keahlian khusus di layar kaca. Diskusi seputar tantangan ini berpotensi meningkatkan apresiasi publik terhadap baik profesi interpreter maupun upaya mendalam para aktor dalam membawakan peran-peran yang menuntut presisi dan sensitivitas budaya.