Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Kronologi Ayah Gilang Dirga Meninggal Dunia

2026-01-01 | 11:24 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-01T04:24:58Z
Ruang Iklan

Kronologi Ayah Gilang Dirga Meninggal Dunia

Wendi Indra bin M. Yasin, ayah dari presenter terkemuka Gilang Dirga, meninggal dunia pada Rabu, 31 Desember 2025, pukul 00.40 WIB, setelah berjuang melawan komplikasi penyakit jantung dan gangguan pernapasan yang telah dideritanya selama beberapa tahun. Jenazah almarhum yang berusia 63 tahun sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan, membawa duka mendalam bagi keluarga di penghujung tahun.

Kabar duka ini pertama kali tersiar melalui unggahan pribadi Gilang Dirga di akun Instagramnya, yang memohon doa dan maaf untuk sang ayah. Menurut Gilang, kronologi kepergian ayahnya berlangsung sangat cepat. Pada malam kejadian, ia menerima panggilan telepon mengenai kondisi kritis sang ayah, dan hanya berselang satu menit, ia kembali dihubungi dengan kabar bahwa ayahnya telah tiada.

Wendi Indra diketahui memiliki riwayat penyakit jantung yang melemahkan kondisi fisiknya dalam beberapa tahun terakhir. Penyakit tersebut menyebabkan kesulitan bernapas dan berdampak pada fungsi organ tubuh lainnya. Meskipun demikian, Gilang Dirga menggambarkan ayahnya sebagai sosok yang tangguh dan tidak pernah ingin terlihat lemah di hadapan keluarga. "Almarhum itu orang yang enggak mau kelihatan lemah. Jadi dia selalu berusaha terlihat kuat," tutur Gilang saat mengenang perjuangan ayahnya. Sikap ini mencerminkan mentalitas banyak individu yang menghadapi penyakit kronis, di mana upaya untuk menjaga ketenangan dan kekuatan di depan orang terkasih sering kali menjadi bagian dari perjuangan pribadi mereka.

Sebelum meninggal dunia, Wendi Indra sempat menitipkan pesan penting kepada Gilang Dirga, menekankan pentingnya menjaga salat, mengingat akhirat, dan selalu mendoakan orang tua. Pesan ini menggarisbawahi nilai-nilai spiritual dan keluarga yang dipegang teguh dalam kehidupannya. Pemakaman Wendi Indra dilaksanakan di TPU Al-Hidayah, Jatibening, Bekasi, yang dihadiri oleh keluarga terdekat, dengan Gilang Dirga turut serta dalam prosesi hingga liang lahad.

Kehilangan figur ayah, terutama bagi seorang figur publik seperti Gilang Dirga, menyoroti bagaimana duka pribadi dapat menjadi perhatian publik, memicu empati kolektif dari penggemar dan masyarakat luas. Dukungan yang mengalir dari rekan sesama selebritas dan publik menunjukkan dampak emosional yang kuat dari sebuah kehilangan dalam keluarga seorang figur publik. Perjuangan Wendi Indra melawan penyakit dan kepribadiannya yang kuat, sebagaimana diceritakan oleh putranya, memberikan narasi tentang ketahanan individu di tengah tantangan kesehatan yang serius. Peristiwa ini juga mengingatkan akan pentingnya kesadaran akan kesehatan jantung dan pernapasan, yang menjadi penyebab utama kematian di banyak negara, termasuk Indonesia.