Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Wajib Tonton Januari 2026: 6 Anime Season Terbaru Paling Ditunggu, Ada Jujutsu Kaisen S3 dan Frieren S2!

2026-01-04 | 12:33 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-04T05:33:33Z
Ruang Iklan

Wajib Tonton Januari 2026: 6 Anime Season Terbaru Paling Ditunggu, Ada Jujutsu Kaisen S3 dan Frieren S2!

Para penggemar animasi Jepang di seluruh dunia menyambut musim dingin 2026 dengan antusiasme tinggi, ditandai oleh rilisnya beberapa serial yang sangat dinanti, termasuk musim ketiga dari "Jujutsu Kaisen" dan musim kedua "Frieren: Beyond Journey's End". Perilisan simultan ini menyoroti dinamika pasar anime global yang terus berkembang pesat, didorong oleh platform streaming dan peningkatan investasi dalam produksi konten berkualitas.

"Jujutsu Kaisen Season 3: The Culling Game Part 1" dikonfirmasi akan tayang perdana pada 9 Januari 2026, dengan episode spesial berdurasi satu jam, melanjutkan adaptasi manga Gege Akutami yang brutal dan kompleks. Sementara itu, "Frieren: Beyond Journey's End Season 2" dijadwalkan mulai tayang pada 16 Januari 2026. Informasi dari beberapa sumber mengindikasikan bahwa studio MAPPA masih bertanggung jawab atas "Jujutsu Kaisen S3" dan Madhouse untuk "Frieren S2". Selain kedua judul besar ini, daftar anime yang rilis pada Januari 2026 juga mencakup "Pokemon Horizons: Season 3" (tayang 6 Januari 2026 di Netflix), "My Hero Academia: Vigilantes Season 2", "Hell's Paradise Season 2", "Golden Kamuy Final Season", dan "Fire Force Finale".

Fenomena "parade" rilis anime besar di awal tahun ini bukan sekadar kebetulan, melainkan cerminan dari strategi industri yang semakin matang. Pasar anime global diperkirakan akan mencapai sekitar 33,6 miliar dolar AS pada tahun 2026, dengan pertumbuhan CAGR 8,1% selama periode 2019 hingga 2026. Proyeksi lain menunjukkan nilai pasar global sebesar 37,99 miliar dolar AS pada tahun 2025, dengan proyeksi mencapai 95,01 miliar dolar AS pada tahun 2035, menunjukkan CAGR sebesar 9,60% dari tahun 2026 hingga 2035. Pertumbuhan ini sebagian besar didorong oleh meningkatnya popularitas konten anime secara global dan peran sentral distribusi online.

"Industri anime membentuk ekosistem hiburan yang kuat, terkait erat dengan manga, gim, dan merchandise karakter, mendorong pertumbuhan bersama di seluruh segmen," menurut laporan Grand View Research. Waralaba populer seperti "Jujutsu Kaisen" dan "Frieren" tidak hanya menghasilkan pendapatan signifikan dari penyiaran, tetapi juga melalui penjualan merchandise dan adaptasi gim, memperkuat posisi pasar mereka.

Namun, di balik geliat pasar yang menjanjikan, industri ini menghadapi tantangan signifikan. Produksi anime kerap melibatkan komite produksi yang terdiri dari berbagai perusahaan, termasuk penerbit, studio animasi, dan stasiun televisi, untuk membagi biaya dan risiko. Sistem ini, meskipun memfasilitasi pendanaan, seringkali menimbulkan tekanan pada studio animasi dan animator. Isu upah rendah, kontrak kerja tidak jelas, dan tenggat waktu yang absurd masih menjadi sorotan, memicu kekhawatiran tentang keberlanjutan sumber daya manusia berkualitas di Jepang. Presiden WIT Studio, George Wada, sebelumnya menyatakan kekhawatiran tentang keberlanjutan industri anime dalam jangka panjang, menekankan pentingnya pertumbuhan basis penggemar global untuk menarik investasi lebih lanjut dalam produksi berkualitas tinggi.

Pemerintah Jepang telah menunjukkan komitmen untuk mengatasi masalah ini, dengan rencana pembentukan komite pelatihan kreator anime sebelum akhir tahun fiskal 2025. Komite ini, yang akan melibatkan rumah produksi besar, universitas, dan sekolah kejuruan, bertujuan menciptakan program pelatihan menyeluruh untuk meningkatkan daya saing global sektor kreatif Jepang. Langkah ini penting untuk menjaga "ekosistem industri anime di Jepang," yang terancam oleh meningkatnya outsourcing animasi ke luar negeri karena biaya dan tenaga kerja yang lebih murah. Takuya Yoshioka, seorang produser anime KADOKAWA, menekankan bahwa ada jenis animasi yang hanya bisa dibuat dengan kepekaan dan karakteristik khas Jepang, menyoroti pentingnya menjaga kapasitas produksi domestik.

Secara ekonomi, anime telah menjadi salah satu komoditas ekspor utama Jepang dan instrumen "diplomasi lunak" melalui strategi "Cool Japan" yang diperkenalkan pada tahun 2010. Peningkatan penonton global, terutama selama pandemi, telah membuat anime menghasilkan lebih banyak uang di luar Jepang daripada di dalam negeri sejak tahun 2020. Pada tahun 2023, studio anime melisensikan sekitar 300 karya di berbagai wilayah seperti Amerika Utara, Asia Tenggara, dan Eropa Barat, menunjukkan ekspansi pasar yang agresif.

Implikasi jangka panjang dari "parade" rilis anime ini dan pertumbuhan industri yang berkelanjutan akan tergantung pada kemampuan Jepang untuk menyeimbangkan tuntutan pasar global dengan kesejahteraan animator dan inovasi produksi. Keberhasilan "Jujutsu Kaisen S3" dan "Frieren S2" di Januari 2026 tidak hanya akan menambah pundi-pundi studio dan komite produksi, tetapi juga menjadi barometer penting bagi arah investasi dan pengembangan bakat dalam industri yang dinamis ini.