
Wardatina Mawa, istri sah Insanul Fahmi, mengajukan dua syarat substantif kepada suaminya untuk membuka jalan perdamaian setelah konflik rumah tangga yang intensif, termasuk dugaan perselingkuhan dengan Inara Rusli. Persyaratan tersebut disampaikan secara langsung kepada Insanul Fahmi dalam pertemuan tatap muka di kawasan Tomang, Jakarta Barat, pada Kamis (15/1/2026), setelah tiga bulan mereka terpisah.
Kedua syarat yang diajukan Wardatina Mawa mencakup permintaan maaf secara tulus dari Insanul Fahmi serta penyerahan bukti konkret terkait pernikahan siri Insanul Fahmi dengan Inara Rusli. Kuasa hukum Insanul Fahmi, Tommy Tri Yunanto, menegaskan bahwa Mawa menetapkan dua syarat tersebut sebagai sesuatu yang tidak bisa ditawar dalam upaya kelanjutan hubungan mereka. Pertemuan awal yang juga dihadiri kakak-kakak Mawa, menunjukkan adanya itikad baik dari Insanul yang datang untuk menyampaikan maaf. Namun, Mawa tetap menuntut bukti terperinci mengenai pernikahan siri tersebut, termasuk identitas ustaz dan saksi yang terlibat.
Polemik ini bermula ketika Wardatina Mawa melaporkan Insanul Fahmi ke Polda Metro Jaya pada November 2025 atas dugaan perselingkuhan dan perzinaan. Laporan tersebut menyusul kabar bahwa Insanul Fahmi dan Inara Rusli diduga telah melangsungkan pernikahan siri sejak Agustus 2025, saat Insanul masih berstatus suami sah Wardatina Mawa. Sebelumnya, Mawa melalui kuasa hukumnya, Dharma Praja Pratama, sempat menyatakan kesediaannya untuk membuka pintu damai jika Insanul dan Inara bersedia menyelesaikan kasus dugaan perzinaan secara kekeluargaan melalui Restorative Justice (RJ), dengan harapan Insanul menunjukkan itikad baik dengan mendatangi keluarga Mawa.
Insanul Fahmi sendiri, setelah pertemuan tersebut, mengungkapkan keinginannya untuk dapat menunaikan ibadah umrah bersama Wardatina Mawa. Namun, ia juga sebelumnya menuduh bahwa Wardatina Mawa dihasut oleh pihak ketiga, menyatakan bahwa sikap Mawa saat ini tidak mencerminkan karakter aslinya. Tudingan tersebut muncul ketika Mawa menolak ajakan damai dari pihak Insanul dan Inara terkait laporan perzinaan, serta menantang suaminya untuk menunjukkan bukti pernikahan siri.
Pertemuan lanjutan antara kedua belah pihak dijadwalkan pada pekan depan untuk membahas secara spesifik permohonan maaf dan penyerahan bukti pernikahan siri tersebut. Implikasi dari tuntutan Wardatina Mawa ini dapat menjadi titik krusial dalam menentukan arah penyelesaian konflik, baik melalui jalur hukum maupun mediasi kekeluargaan. Kredibilitas klaim pernikahan siri yang menjadi dasar laporan Mawa akan sangat bergantung pada bukti yang dapat disajikan oleh Insanul Fahmi. Kegagalan dalam memenuhi persyaratan tersebut berpotensi memperpanjang proses hukum dan menjaga tensi publik seputar hubungan antara ketiga selebriti ini, sementara pemenuhannya dapat mengarah pada resolusi di luar pengadilan.