
Selebgram Safa Marwah menegaskan dirinya tidak gentar menghadapi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menepis isu kedekatan istimewa dengan mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di tengah pusaran dugaan korupsi Bank BJB. Marwah, 28 tahun, menyatakan tidak memiliki hubungan personal signifikan yang membuatnya khawatir terlibat dalam penyelidikan anti-korupsi. Pernyataan ini muncul pada akhir Desember 2025, menyusul spekulasi publik dan media sosial yang mengaitkan dirinya sebagai "wanita simpanan" Ridwan Kamil.
KPK saat ini sedang mengusut dugaan korupsi dalam pengadaan iklan Bank BJB yang melibatkan Ridwan Kamil sebagai saksi, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 222 miliar atau sekitar 14 juta dolar Amerika Serikat. Mantan Gubernur Jawa Barat tersebut telah menjalani pemeriksaan sebagai saksi pada 2 Desember 2025. Lembaga antirasuah juga mendalami aset-aset Ridwan Kamil, termasuk beberapa tempat usaha yang diduga tidak dilaporkan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan bahwa proses hukum akan terus berjalan terlepas dari persoalan pribadi Ridwan Kamil, termasuk proses perceraiannya dengan Atalia Praratya yang tengah berlangsung.
Safa Marwah membantah keras segala tuduhan memiliki hubungan terlarang dengan Ridwan Kamil, menegaskan bahwa perkenalan mereka terbatas pada ranah profesional dan hanya terjadi dua kali dalam rentang waktu lima tahun. Ia mengklaim pertemuan pertama terjadi pada 2021 saat motornya menjadi viral dan mengambil foto dengan Ridwan Kamil sebagai figur publik. Komunikasi di antara mereka, menurut Marwah, dilakukan melalui platform Telegram dan Line, bukan WhatsApp atau pesan langsung media sosial, dan saat ini tidak ada lagi komunikasi yang terjalin. Marwah juga mengungkapkan pernah menerima pesan dari Lisa Mariana, perempuan yang sebelumnya mengklaim memiliki anak dari Ridwan Kamil, yang menitipkan pesan untuk disampaikan kepada mantan Gubernur tersebut. Ridwan Kamil sendiri membantah tudingan Lisa Mariana sebagai fitnah.
Isu ini mengemuka seiring sorotan tajam publik terhadap kehidupan pribadi dan profesional Ridwan Kamil, yang diperparah oleh proses perceraiannya. Spekulasi mengenai "inisial S" yang disebut oleh Lisa Mariana dalam sebuah siniar dengan Dinar Candy, turut memicu rumor keterlibatan Safa Marwah. Marwah menyatakan bahwa dirinya sama sekali belum menerima surat panggilan resmi dari KPK dan siap kooperatif apabila memang dipanggil. "Kalau memang tidak ada apa-apa, kenapa harus takut? Saya tidak pernah memfitnah atau mencari keuntungan," ujarnya kepada awak media pada 29 Desember 2025, menambahkan bahwa isu pemanggilan dirinya oleh KPK tidak benar. Dampak emosional dari rumor ini tidak hanya dirasakan oleh Safa Marwah pribadi, tetapi juga memengaruhi keluarganya, yang turut merasakan tekanan dan mempertanyakan kebenaran kabar tersebut.