Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Perampokan Rumah Nana Berbalik Arah: Korban Digugat Balik Sang Pelaku

2026-01-03 | 10:21 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-03T03:21:15Z
Ruang Iklan

Perampokan Rumah Nana Berbalik Arah: Korban Digugat Balik Sang Pelaku

Aktris dan penyanyi Nana, yang dikenal sebagai Lim Jin-ah, sedang menghadapi gugatan balik atas tuduhan percobaan pembunuhan yang diajukan oleh seorang pria berusia 30-an yang pada November 2025 lalu membobol rumahnya di Guri, Provinsi Gyeonggi, dan melakukan perampokan. Insiden yang terjadi pada 15 November 2025 sekitar pukul 06.00 pagi itu, awalnya melihat pelaku ditangkap dan didakwa atas perampokan bersenjata yang menyebabkan cedera, namun kini telah mengambil giliran yang mengejutkan dengan gugatan balik tersebut.

Menurut agensi Nana, Sublime, pelaku yang diidentifikasi sebagai "Tuan A" tersebut, dilaporkan menggunakan tangga untuk memanjat balkon rumah Nana di Acheon-dong, Guri City, lalu masuk melalui pintu yang tidak terkunci. Ia kemudian mengancam ibu Nana dengan senjata, menuntut uang, dan mencekik korban. Nana, yang terbangun mendengar teriakan ibunya, segera melakukan intervensi. Keduanya berhasil melawan dan menahan penyusup tersebut hingga polisi tiba di lokasi.

Baik Nana maupun ibunya mengalami cedera akibat serangan tersebut; ibu Nana sempat kehilangan kesadaran karena pencekikan dan dirawat di rumah sakit, sementara Nana juga menerima perawatan medis untuk luka-lukanya. Selama perkelahian, pelaku menderita luka robek di rahangnya, yang dilaporkan disebabkan oleh pisau yang dibawanya. Meskipun demikian, polisi awalnya memutuskan tindakan Nana dan ibunya sebagai tindakan membela diri yang sah dan tidak mengajukan tuntutan pidana terhadap mereka. Seorang pejabat di Kantor Polisi Guri pada November 2025 menyatakan bahwa tingkat kekuatan yang digunakan tidak berlebihan atau menyebabkan cedera serius pada tersangka, sehingga tindakan tersebut berada dalam ruang lingkup pembelaan diri yang sah.

Namun, pada 2 Januari 2026, agensi Sublime mengumumkan bahwa Tuan A, yang ditahan atas tuduhan perampokan dan cedera, secara tiba-tiba mengubah pernyataannya selama penyelidikan. Ia mengajukan gugatan balik terhadap Nana dengan tuduhan percobaan pembunuhan dan penyerangan yang diperparah, mengklaim bahwa tanggapan Nana selama perkelahian itu berlebihan.

Sublime dengan tegas mengutuk gugatan balik ini, menyebutnya sebagai "kerugian sekunder" dan "tindakan tidak manusiawi" yang mengeksploitasi status Nana sebagai figur publik. Agensi menekankan bahwa mereka memprioritaskan perlindungan hak-hak artis mereka dan akan menempuh semua jalur hukum perdata dan pidana terhadap pelaku. Mereka juga menyatakan bahwa Nana dan keluarganya telah menderita kerugian fisik dan psikologis yang parah akibat serangan bersenjata tersebut, dan rasa sakit yang ditimbulkannya masih berlanjut hingga saat ini.

Kasus ini telah memicu kemarahan publik dan komunitas daring, dengan banyak warganet yang menyatakan ketidakpercayaan atas gugatan balik tersebut, menyebutnya "tidak masuk akal" dan "mengejutkan" bahwa korban dapat dituntut balik oleh pelaku. Situasi ini menyoroti kompleksitas sistem hukum dan potensi kerentanan korban kejahatan, terutama bagi individu di mata publik. Implikasi jangka panjang dari kasus ini dapat mempengaruhi bagaimana selebritas dan individu secara umum menanggapi ancaman di rumah mereka, serta bagaimana hukum Korea Selatan menafsirkan batas-batas pembelaan diri saat menghadapi gugatan balik yang tidak biasa. Kasus ini juga menimbulkan pertanyaan tentang perlindungan korban dari "kerugian sekunder" di tengah proses hukum. Agensi Nana telah berjanji untuk terus menanggapi secara bertanggung jawab hingga artis mereka tidak menderita kerugian lebih lanjut.