
Aktris Marshanda dan putrinya, Sienna Ameerah Kasyafani, kini resmi tinggal serumah sejak Juli 2025, mengakhiri sebelas tahun terpisah setelah perceraian Marshanda dengan Ben Kasyafani. Keputusan ini datang dari Sienna sendiri yang menyatakannya pada Desember 2023, kemudian mengkomunikasikannya kepada ayah dan ibu sambungnya pada Agustus 2024, menandai babak baru bagi hubungan ibu dan anak ini.
Perjalanan Marshanda untuk hidup kembali bersama Sienna telah melewati fase yang kompleks. Pasca perceraiannya dengan Ben Kasyafani pada 2014, hak asuh Sienna berada di tangan Ben. Marshanda pada masa itu kehilangan hak asuh karena riwayat kondisi mentalnya, gangguan bipolar, yang didiagnosis sejak 2009. Meskipun sempat ada pertimbangan untuk memperjuangkan hak asuh, Marshanda memilih untuk tidak mengajukan banding. Ia mengungkapkan kepercayaan penuhnya terhadap Ben Kasyafani sebagai sosok ayah yang dewasa dan mampu menjalin kerja sama pengasuhan (co-parenting) yang baik demi kepentingan Sienna. Selama periode tersebut, Marshanda hanya dapat menghabiskan waktu bersama putrinya di akhir pekan.
Keinginan Sienna untuk tinggal bersama ibunya di usia menjelang remaja, setelah lulus sekolah dasar dan memasuki sekolah menengah pertama, menjadi titik balik signifikan. Marshanda menggambarkan momen tersebut sebagai "keajaiban yang bahkan tidak berani ia sampaikan dalam doa." Kini, Marshanda merasakan kebahagiaan luar biasa karena dapat menjalankan peran ibu secara penuh, mulai dari menyiapkan sarapan hingga mengantar putrinya berangkat sekolah. Perubahan ini membawa "gegar budaya" bagi Marshanda yang selama hampir satu dekade terbiasa hidup sendiri dengan gaya hidup yang lebih praktis. Kehadiran Sienna mengubah rutinitas Marshanda, termasuk kondisi kulkasnya yang kini selalu penuh bahan makanan untuk dimasak. Marshanda juga beradaptasi dengan tidur lebih awal agar bisa bangun lebih pagi dari Sienna.
Kolaborasi pengasuhan antara Marshanda, Ben Kasyafani, dan istrinya, Nesyana Ayu Nabila (Ines), disebut menjadi lebih kompak. Ben dan Ines secara terbuka memahami dan mendukung keputusan Sienna, menunjukkan kematangan dalam hubungan pasca-perceraian. Ben Kasyafani bahkan menyatakan tidak merasa kehilangan waktu bersama Sienna meskipun kini putrinya tinggal bersama Marshanda. Komunikasi yang terbuka dan dukungan dari kedua belah pihak dianggap krusial dalam menciptakan lingkungan yang stabil bagi Sienna. Professor psikologi Stanford University, Ian H. Gotlib, mengemukakan bahwa perpisahan dari orang tua dapat bersifat traumatis dan mengganggu perkembangan anak, sementara profesor pediatri Harvard Medical School, Charles Nelson, menambahkan bahwa hal itu dapat memengaruhi kinerja otak. Dengan demikian, transisi hidup Sienna untuk tinggal bersama ibunya, yang didukung oleh komunikasi yang harmonis antar orang tua, dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan psikologis dan emosional anak. Marshanda berupaya memposisikan diri sebagai sahabat bagi Sienna untuk mendorong komunikasi yang terbuka.