
JAKARTA – Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan drama remaja yang berupaya menyentuh esensi motivasi dan transformasi diri melalui “Hubae Boy”, sebuah film yang menyoroti perjalanan seorang remaja pemalas menjadi atlet taekwondo demi menarik perhatian gadis pujaannya. Diproduksi oleh Bintang RR Pictures bekerja sama dengan Citrus Sinema dan Kuda Hitam Sinema, film ini disutradarai oleh Pritagita Arianegara dan direncanakan tayang di bioskop serta platform OTT.
Film “Hubae Boy” berpusat pada karakter Verril, seorang remaja yang gemar bermain gim dan kurang disiplin, yang kehidupannya berubah drastis setelah ia jatuh hati pada Qiara, teman sekelasnya. Demi mendapatkan perhatian Qiara, Verril memutuskan untuk bergabung dengan klub taekwondo, sebuah keputusan yang membawanya pada proses perubahan diri yang menuntut kedisiplinan dan sportivitas. Latar belakang cerita ini mengambil nuansa kehidupan modern Kota Bandung, menyajikan dinamika remaja urban masa kini.
Produser film, Risdi A. Sulaeman, menjelaskan bahwa "Hubae Boy" tidak hanya menyasar penonton remaja tetapi juga orang tua, dengan harapan film ini dapat menjadi jembatan pemahaman antara generasi serta menyampaikan pesan penting tentang dinamika keluarga. Selain itu, Eksekutif Produser Irma Risma menegaskan bahwa film ini dipersembahkan untuk anak muda yang menjunjung kejujuran dan sportivitas dalam meraih impian mereka. Judul "Hubae Boy" sendiri merujuk pada junior dalam dunia taekwondo, mencerminkan perjalanan Verril dalam memahami etika dan semangat kebersamaan.
Pengangkatan tema taekwondo sebagai pilar cerita memberikan film ini identitas yang berbeda dari film remaja pada umumnya. Olahraga bela diri asal Korea ini telah lama populer di Indonesia, digemari oleh berbagai usia karena manfaatnya dalam kebugaran fisik, bela diri, dan pembentukan karakter. Popularitas taekwondo semakin meningkat di Indonesia, terutama setelah keberhasilan atlet-atlet Indonesia di ajang internasional seperti SEA Games 2023, yang turut menginspirasi generasi muda. Film ini bertujuan memanfaatkan popularitas tersebut untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya taekwondo dalam menanamkan disiplin, ketekunan, dan sikap pantang menyerah.
Dalam konteks sinema nasional, film remaja dengan balutan olahraga kerap menjadi medium efektif untuk menyampaikan pesan moral sekaligus hiburan. Tren film remaja Indonesia sendiri menunjukkan keragaman, dari drama romantis hingga adaptasi novel, dengan beberapa di antaranya meraih jutaan penonton. Dengan memasukkan nilai sportivitas taekwondo ke dalam alur cerita yang dekat dengan realitas sehari-hari, "Hubae Boy" menawarkan pendekatan segar untuk genre ini. Melalui perjalanan Verril, film ini merefleksikan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri dengan tekad kuat. Harapannya, film ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memotivasi remaja untuk lebih produktif dan menghargai proses dalam mencapai cita-cita.