:strip_icc()/kly-media-production/medias/5464283/original/021530300_1767684762-jin_denim.jpg)
Solois Korea Selatan Jin Denim, yang dikenal dengan nama asli Kim Jung-yeop, meninggal dunia pada usia 29 tahun akibat terjatuh secara fatal pada 17 Desember 2025. Keluarga sang artis secara tegas membantah spekulasi bunuh diri, menyatakan bahwa insiden tersebut merupakan akibat dari kondisi medis yang telah lama dideritanya. Pengumuman tragis ini disampaikan oleh adik perempuannya, Danbee, melalui akun Instagram pribadi Jin Denim pada 4 Januari 2026, yang bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-30.
Menurut pernyataan keluarga, Jin Denim telah menjalani perawatan sejak tahun 2015 untuk gangguan bipolar afektif dan gejala psikotik, dengan beberapa sumber juga menyebutkan gejala skizofrenia. Meskipun dia sepenuhnya menyadari kondisinya dan terus berupaya mengelolanya melalui perawatan medis serta pengobatan yang diresepkan, gejalanya dilaporkan memburuk dengan cepat dalam beberapa waktu terakhir, mencapai titik di mana situasi tersebut sulit dikendalikan oleh keluarga. Danbee menekankan bahwa perilaku impulsif yang terjadi berulang kali disebabkan oleh sifat penyakitnya, bukan kehendak kakaknya sendiri. Keluarga menegaskan, "Kami ingin memperjelas bahwa penyebab kematiannya bukanlah bunuh diri, melainkan jatuh fatal akibat kondisi medisnya."
Kepergian Jin Denim menambah daftar panjang seniman muda di industri K-pop yang meninggal dunia secara tragis, memicu kembali diskusi mendesak mengenai tekanan berat dan dukungan kesehatan mental yang tidak memadai dalam ekosistem hiburan Korea Selatan. Industri K-pop dikenal dengan tuntutan yang intens, jadwal yang padat, dan pengawasan publik yang konstan, seringkali menyebabkan masalah kesehatan mental yang serius di kalangan idola. Kasus-kasus sebelumnya, seperti mendiang Jonghyun dari SHINee pada tahun 2017 dan Sulli pada tahun 2019, yang keduanya meninggal karena bunuh diri, telah menyoroti perlunya sistem dukungan yang lebih kuat. Kematian Jin Denim, meskipun ditegaskan bukan bunuh diri, tetap menjadi pengingat pahit akan kerentanan artis yang berjuang dengan penyakit mental di bawah sorotan publik yang tidak kenal lelah.
Jin Denim memulai debutnya pada tahun 2021 dengan album "Dear, Stefi" (atau single "Indigo" menurut beberapa laporan) dan segera membedakan dirinya dari citra idola tradisional dengan vokal yang menyentuh jiwa dan penulisan lagu yang introspektif, membuatnya dijuluki "Penyair Seoul". Meskipun tidak mencapai popularitas arus utama, musiknya meninggalkan kesan mendalam bagi para penggemar musik independen dan ia sempat tampil di berbagai festival musik internasional, termasuk New Talents Project Festival 2025 di Barcelona. Keluarga berharap penggemar akan mengenang Jin Denim melalui musik dan kenangan hangat yang ia tinggalkan, alih-alih melalui kesedihan. Dia disemayamkan di Evergreen Memorial Park di Anseong, Gyeonggi-do.
Para advokat dan penggemar menyerukan agensi hiburan untuk menerapkan dukungan psikologis yang lebih kuat dan bagi publik untuk menunjukkan empati yang lebih besar terhadap individu di balik persona panggung. Peristiwa ini menggarisbawahi bahwa kesuksesan profesional tidak selalu setara dengan kesejahteraan pribadi, menegaskan kembali kebutuhan mendesak akan perubahan budaya dan struktural dalam industri K-pop untuk memprioritaskan kesehatan mental artisnya.