Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Istri Fiersa Besari Jadi Korban Tabrak Belakang: Ini Detik-detik Kejadiannya

2026-01-04 | 15:57 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-04T08:57:42Z
Ruang Iklan

Istri Fiersa Besari Jadi Korban Tabrak Belakang: Ini Detik-detik Kejadiannya

Istri musisi dan penulis Fiersa Besari, Aqia Nurfadla, mengalami cedera serius pada kakinya setelah ditabrak mobil dari belakang oleh seorang pengemudi lansia di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 3 Januari 2026. Peristiwa nahas itu terjadi saat Aqia dan manajer Fiersa, Ubay, sedang menurunkan barang bawaan dari bagasi taksi, mempersiapkan perjalanan liburan keluarga ke Yogyakarta usai konser kembalinya Fiersa ke panggung. Kejadian tersebut memicu kemarahan publik dan menyoroti isu keselamatan lalu lintas serta tanggung jawab pengemudi di area publik.

Insiden bermula ketika keluarga Fiersa Besari tiba di Stasiun Gambir pada pagi hari setelah Fiersa tampil di JIExpo Kemayoran pada Jumat malam. Aqia dan Ubay, yang berada di belakang taksi untuk mengambil koper, tiba-tiba dihantam mobil dari arah belakang, membuat keduanya terjepit di antara dua kendaraan. Fiersa Besari, yang saat itu menggendong putrinya, Kinasih, menyaksikan langsung detik-detik mengerikan tersebut. Dalam unggahannya di Instagram, Fiersa mengungkapkan bahwa Ubay berhasil melepaskan diri, namun Aqia tidak. Kondisi Aqia semakin parah karena sopir mobil penabrak, yang berusia sekitar 60-70 tahun, diduga keliru memasukkan gigi mundur dan justru memajukan mobilnya, sehingga menghimpit Aqia lebih dalam meskipun korban sudah berteriak kesakitan.

Setelah kejadian, pengemudi mobil tersebut keluar dan dilaporkan meremehkan kondisi Aqia dengan menyatakan bahwa korban "paling keseleo" dan menawarkan uang damai sebesar Rp 200.000. Respons pelaku ini memicu kemarahan Fiersa Besari. "Reaksi pertama saya adalah marah besar. Tapi lebih marah lagi ketika bapak ini meremehkan kondisi dengan bilang, paling keseleo. Terus mau kasih Rp 200 ribu untuk damai. Meledaklah saya," tulis Fiersa Besari dalam Instagram Story pribadinya pada Minggu, 4 Januari 2026.

Aqia segera mendapatkan pertolongan pertama di Pos Kesehatan KAI Gambir sebelum dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk rontgen. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tidak ada tulang yang retak atau patah, sehingga Aqia tidak memerlukan rawat inap atau operasi. Namun, ia mengalami pembengkakan dan trauma otot serius pada kakinya, yang mengharuskannya berjalan dengan alat penyangga untuk beberapa hari ke depan. Manajer Fiersa, Ubay, menahan pengemudi tersebut hingga pihak kepolisian tiba di lokasi. Dalam interogasinya, pengemudi mengaku tidak memiliki uang dan bahwa mobil yang dikendarainya bukanlah miliknya pribadi. Meskipun laporan polisi sempat dibuat, pihak Fiersa Besari pada akhirnya memilih untuk mencabutnya, dengan pengemudi hanya dikenai sanksi tilang dan penahanan STNK kendaraan. Fiersa menyatakan bahwa laporan telah dicabut, tetapi proses untuk memaafkan pelaku membutuhkan waktu.

Insiden ini menyoroti risiko keselamatan di area publik yang padat seperti stasiun kereta api, terutama terkait pengemudi yang mungkin memiliki keterbatasan fisik akibat usia. Kecelakaan serupa, meskipun tidak selalu melibatkan tokoh publik, sering kali menimbulkan perdebatan mengenai kelayakan berkendara bagi lansia dan perlunya evaluasi kesehatan berkala. Kasus ini juga menggarisbawahi pentingnya tanggung jawab moral dan hukum dalam insiden lalu lintas, di mana upaya meremehkan cedera korban atau menawarkan kompensasi yang tidak proporsional dapat memperburuk situasi dan merusak proses penyelesaian. Tanpa regulasi yang lebih ketat atau kesadaran publik yang lebih tinggi tentang bahaya kelalaian di jalan, insiden seperti yang menimpa Aqia Nurfadla mungkin akan terus berulang, menimbulkan korban dan trauma fisik serta emosional yang berlarut-larut.