Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Gelang Cartier Rp 35 Juta: Kado Sultan Dilan Janiyar untuk Buah Hati 2 Tahunnya

2026-01-10 | 21:20 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-10T14:20:10Z
Ruang Iklan

Gelang Cartier Rp 35 Juta: Kado Sultan Dilan Janiyar untuk Buah Hati 2 Tahunnya

Selebgram Dilan Janiyar merayakan ulang tahun kedua putrinya, Hayza, pada 9 Januari 2026, dengan memberikan hadiah sebuah gelang Cartier senilai Rp 35 juta, sebuah tindakan yang menyoroti tren konsumsi barang mewah di kalangan selebriti untuk anak-anak mereka. Janiyar secara terbuka menyatakan keinginannya untuk memberikan hadiah yang "memorable" dan "meaningful" dengan memilih perhiasan dari merek global ternama tersebut.

Pemberian kado ultra-mewah ini memperpanjang daftar selebriti Indonesia yang menunjukkan kekayaan melalui hadiah mahal untuk anak-anak mereka yang masih balita. Contoh sebelumnya termasuk Atta Halilintar yang menghadiahkan mobil mewah Hyundai Staria untuk putri sulungnya, Ameena, di ulang tahunnya yang kedua, dengan alasan kenyamanan untuk mobilitas anak. Raditya Dika juga pernah memberikan mobil Mercedes-Benz GLC 200 kepada putrinya, Alinea Ava Nasution, pada usia tiga tahun, sebagian didorong oleh kebutuhan ruang yang lebih besar. Fenomena ini mencerminkan dinamika pasar barang mewah di Indonesia yang terus tumbuh, didorong oleh daya beli tinggi dan kecenderungan untuk memamerkan status sosial, terutama melalui platform media sosial.

Para ahli perkembangan anak dan sosiolog kerap menyoroti dampak potensial dari pola asuh yang terlalu memanjakan anak sejak usia dini. Sikap tersebut, yang ditandai dengan pemenuhan segala keinginan anak, dapat mengarah pada beberapa konsekuensi negatif. Anak-anak yang terlalu dimanjakan cenderung mengembangkan sifat ketergantungan dan kurang mandiri, berjuang untuk mengatasi kegagalan, serta menjadi pribadi yang kurang bertanggung jawab. Mereka mungkin juga mengalami kesulitan dalam mengembangkan kedewasaan emosional dan pemahaman yang sehat tentang nilai barang atau uang.

Konsumsi barang mewah oleh figur publik dan anak-anak mereka juga memiliki implikasi sosial yang lebih luas. Hal ini berpotensi menormalisasi gaya hidup hedonis dan memicu perilaku konsumtif di kalangan masyarakat yang lebih luas, terutama remaja, yang mudah terpengaruh oleh tren dan gaya hidup idola mereka. Meskipun niat orang tua selebriti adalah untuk menunjukkan kasih sayang dan memberikan yang terbaik, eksposur dini terhadap kemewahan ekstrem dapat membentuk persepsi yang tidak realistis tentang kebutuhan dan nilai-nilai. Situasi ini mendorong dialog publik tentang batasan antara kemewahan yang wajar dan pemanjaan berlebihan dalam konteks pengasuhan anak di era digital, di mana setiap aspek kehidupan selebriti mudah diakses dan diamati publik.