
Musisi sekaligus aktor Ariyo Wahab pada Kamis, 8 Januari 2026, menegaskan bahwa dirinya tidak menuntut sang istri, Milasari Wardhani, untuk bekerja keras demi kepemilikan barang-barang mewah. Pernyataan ini disampaikan Ariyo di kawasan Studio Pagi-Pagi Ambyar TTV Kapten P Tendean, Jakarta, di tengah maraknya diskusi publik dan viral di media sosial mengenai ekspektasi finansial dalam rumah tangga selebriti dan peran istri dalam mencari nafkah untuk gaya hidup tertentu.
Vokalis The Dance Company tersebut menjelaskan bahwa ia menerapkan prinsip "satu kantong" dalam pengelolaan keuangan rumah tangganya, di mana seluruh penghasilan, baik dari dirinya maupun sang istri, dianggap sebagai milik bersama. Ariyo Wahab menyerahkan sepenuhnya pengelolaan keuangan kepada istrinya, Milasari Wardhani, yang ia juluki sebagai "Menteri Keuangan" di rumah. Perannya, menurut Ariyo, adalah bekerja dan mentransfer penghasilan, dengan fokus utama pada pemenuhan kebutuhan keluarga dan memastikan jatah uang jajannya aman.
Pandangan Ariyo Wahab ini menyoroti dinamika peran gender dan keuangan dalam pernikahan selebriti di Indonesia, sebuah topik yang seringkali menjadi bahan perdebatan. Beberapa kasus selebriti menunjukkan istri yang memilih mundur dari karier setelah menikah untuk fokus pada rumah tangga, seringkali didukung oleh kemampuan finansial suami. Namun, pernyataan Ariyo menunjukkan model kemitraan di mana dukungan suami terhadap keputusan finansial istri ditekankan, berbeda dengan narasi yang menuntut istri untuk berkontribusi finansial demi gaya hidup mewah. Konteks diskusi ini menjadi relevan mengingat adanya kritik terhadap selebriti lain yang pernyataannya mengenai peran istri dalam rumah tangga dianggap kurang mendukung pilihan perempuan untuk fokus mengurus keluarga atau tidak sepenuhnya mandiri secara finansial.
Ariyo Wahab, yang telah menikah dengan Milasari Wardhani sejak tahun 2002, memiliki tiga putri: Kyra, Jaimie, dan Sabine. Ia mengakui bahwa prioritas keuangannya telah bergeser secara signifikan setelah memiliki anak. Jika dahulu ia mungkin mempertimbangkan barang-barang bermerek, kini pendidikan dan kebutuhan anak-anak menjadi fokus utamanya. Milasari Wardhani juga berperan besar dalam urusan pendidikan anak-anak mereka. Dukungan Ariyo terhadap istrinya meluas hingga urusan fashion, di mana istrinya bersama putri sulungnya, Kyra, kerap menjadi konsultan gayanya.
Pendekatan "satu kantong" yang dianut Ariyo Wahab mencerminkan sebuah model pembagian peran yang adaptif dalam keluarga modern, terutama di kalangan figur publik. Ini bukan hanya tentang pembagian tugas domestik, tetapi juga tentang kepercayaan penuh dalam pengelolaan finansial yang dipimpin oleh istri. Dalam konteks sosial Indonesia, di mana stereotip peran gender masih ada, pandangan Ariyo Wahab dapat dilihat sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi istri yang melampaui dimensi materi. Hal ini mengindikasikan pergeseran nilai menuju kemitraan yang lebih seimbang, di mana dukungan emosional dan kepercayaan dalam pengelolaan aset keluarga menjadi pondasi utama, ketimbang tekanan untuk mencapai kemewahan melalui kerja keras yang eksesif dari salah satu pihak. Model ini menyoroti pentingnya dialog dan kesepakatan dalam rumah tangga untuk mencapai keharmonisan dan kesejahteraan keluarga.