
Pegangsaan, Jakarta Pusat – Aktor senior Diding Boneng, 75 tahun, saat ini tengah menghadapi kenyataan pahit setelah rumah yang ditempatinya di kawasan Matraman Dalam, Pegangsaan, Jakarta Pusat, ambruk total pada Minggu, 28 Desember 2025, sekitar pukul 19.30 WIB akibat hujan deras. Insiden tersebut membuat mantan bintang Warkop DKI itu harus mengungsi dan menyuarakan harapan mendalam untuk bisa kembali tidur nyenyak di bawah atapnya sendiri serta memiliki tempat tinggal yang layak.
Boneng dan keluarganya, yang terdiri dari 12 orang, awalnya mengungsi di kantor RW setempat selama dua malam pasca kejadian. Ia kemudian berpindah menumpang di rumah seorang teman. Kerusakan rumah warisan keluarga yang diperkirakan berusia lebih dari satu abad tersebut sangat parah, dengan bagian atap hingga beberapa sisi dinding hancur tak bersisa, menyisakan hanya ruang tamu. Anak Boneng bahkan nyaris menjadi korban karena sedang tertidur di dalam kamar saat rumah mulai retak dan runtuh.
Kondisi kesehatan Boneng yang mengidap asma sejak tiga tahun terakhir semakin memperburuk situasi. Ia mengungkapkan, penyakitnya ini membuatnya harus lebih selektif dalam menerima tawaran syuting, terutama jika peran tersebut menuntut fisik yang berat. Film terakhir yang dibintanginya adalah "KKN di Desa Penari 2" sekitar tiga tahun lalu, dan sejak syuting tersebut, kondisi kesehatannya menurun. Meskipun demikian, semangat berkeseniannya tidak padam; ia masih aktif melatih teater dan memberikan bimbingan kepada mahasiswa dari berbagai kampus.
Menanggapi musibah ini, Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, telah memastikan bahwa rumah Diding Boneng akan segera direnovasi dan menawarkan tempat tinggal sementara bagi Boneng beserta keluarganya. Upaya renovasi telah dimulai secara gotong royong sejak 30 Desember 2025, dengan bantuan awal dari warga sekitar melalui "Dana Amal Jumat" sebesar Rp 5 juta dan kas RW sebesar Rp 2 juta, sehingga total terkumpul Rp 7 juta. Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Badan Amil Zakat, Infak, dan Sadaqah (BAZIS) DKI Jakarta bersama Pemerintah Jakarta Pusat juga turut menyalurkan bantuan dana dan kebutuhan dasar seperti matras dan sembako. Diperkirakan, biaya renovasi total rumah Diding Boneng membutuhkan lebih dari Rp 100 juta. Wali Kota Arifin juga membuka donasi bagi masyarakat melalui rekening Bank Jakarta atas nama BAZNAS BAZIS Provinsi DKI Jakarta.
Kasus Diding Boneng menyoroti kerapuhan jaring pengaman sosial bagi seniman veteran di Indonesia. Meskipun telah memberikan kontribusi signifikan terhadap industri hiburan Tanah Air selama puluhan tahun melalui karya-karyanya, termasuk di sejumlah film Warkop DKI, banyak seniman senior menghadapi tantangan finansial dan kesehatan di usia senja. Kondisi Diding Boneng, yang kini berusia 75 tahun dan berjuang melawan penyakit asma, memperlihatkan urgensi adanya sistem dukungan yang lebih komprehensif untuk menjamin kesejahteraan para pelaku seni setelah masa produktif mereka. Harapan Diding Boneng untuk dapat kembali memiliki rumah dan tidur nyenyak bukan hanya sekadar keinginan pribadi, melainkan cerminan dari kebutuhan dasar yang seringkali terabaikan bagi mereka yang telah mendedikasikan hidupnya untuk seni. Respons cepat dari pemerintah daerah dan masyarakat sipil, termasuk tetangga dan PMI, menunjukkan adanya solidaritas, namun juga menggarisbawahi perlunya kebijakan jangka panjang untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.