
Aktor senior Diding Boneng, 75 tahun, merasakan gelombang simpati dan bantuan finansial pasca ambruknya rumah warisan tiga generasinya di kawasan Matraman, Jakarta Pusat, pada Minggu, 28 Desember 2025 malam. Insiden tersebut, yang hampir merenggut nyawa anaknya, kini memicu upaya renovasi masif yang didukung berbagai pihak, mulai dari selebritas hingga pemerintah kota dan masyarakat sekitar.
Rumah yang telah berusia sekitar satu abad itu, dibangun tanpa menggunakan batu bata melainkan rangka kayu jati dan dinding bilik bambu, ambruk diduga akibat struktur yang sudah lapuk dimakan usia serta intensitas hujan deras yang mengguyur Jakarta. Diding Boneng, yang saat kejadian tidak berada di rumah, mengungkapkan penyesalannya atas kelalaian dalam merawat kondisi bangunan. "Sayanya yang salah. Kenapa saya terlalu santai. Beneran, saya ngaku saya salah," ujarnya. Anaknya berhasil menyelamatkan diri setelah mendengar suara retakan dari atap.
Respon cepat datang dari berbagai kalangan. Presenter dan pengusaha Raffi Ahmad menyalurkan bantuan dana sebesar Rp50 juta yang diserahkan melalui perwakilannya. Diding Boneng menyatakan rasa terima kasih yang mendalam atas uluran tangan tersebut, menekankan bahwa bantuan datang secara spontan tanpa permintaan. "Saya dikasih sama Raffi uang, nominalnya Rp50 juta. Timnya Raffi itu bukan baru ketemu saya, jadi saya sering. Jadi buat saya biasa dan terima kasih. 'Weh alhamdulillah lo datang juga lo', gitu. Saya senang, senang," katanya. Dana tersebut langsung dipercayakan kepada pengurus lingkungan, Bapak RW, untuk dikelola dalam proses pembangunan kembali rumahnya.
Selain Raffi Ahmad, sejumlah rekan artis seperti Indro Warkop dan Renny Djajoesman juga memberikan dukungan. Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk membantu renovasi rumah Diding Boneng, bahkan menawarkan penempatan sementara di rumah kontrakan selama proses perbaikan yang diperkirakan memakan waktu satu hingga dua bulan. Program bedah rumah dari kolaborasi pemerintah Kota Jakarta Pusat dengan BAZIS Jakarta Pusat juga akan dimanfaatkan. Di tingkat komunitas, warga sekitar dari RW 07 dan RW 08 secara bergotong royong membersihkan puing-puing dan memulai proses pembangunan. "Dua RW turun membantu. Setiap pagi jam setengah enam sudah ada orang yang kerja di sini. Itu yang paling luar biasa buat saya," ungkap Diding Boneng. Pihak keluarga memperkirakan biaya renovasi total dapat mencapai di atas Rp100 juta, bahkan hingga Rp200 juta, mengingat bangunan harus dirombak dari nol.
Namun, di tengah proses renovasi yang baru mencapai sekitar 10 persen, kondisi kesehatan Diding Boneng menurun. Aktor berusia 75 tahun itu kini menderita asma, yang diduga kambuh akibat kelelahan melayani wawancara dan paparan debu renovasi. Adik Diding Boneng, Zaenal Wahyudin atau Bambang, menjelaskan bahwa kakaknya harus menjalani pengobatan intensif di Tangerang. Diding Boneng telah membatasi aktivitas syuting sejak tiga tahun terakhir karena kondisi asma yang dideritanya, yang mulanya dirasakan setelah syuting film "KKN di Desa Penari" dengan kondisi lingkungan yang berat.
Musibah yang menimpa Diding Boneng ini menyoroti kerentanan masyarakat, termasuk figur publik, terhadap kondisi hunian yang tidak layak dan minimnya perawatan, sekaligus menggambarkan kuatnya semangat solidaritas sosial di Indonesia. Kasus ini juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam penanganan bencana, baik skala individu maupun komunal. Renovasi yang berlangsung ini bukan hanya upaya mengembalikan struktur fisik sebuah rumah, tetapi juga memulihkan stabilitas hidup bagi Diding Boneng dan keluarganya yang berjumlah sekitar 12 orang di lima kepala keluarga yang sebelumnya menempati rumah tersebut.