
Aktor senior Diding Boneng, 75 tahun, berjuang menghadapi penyakit asma yang menggerogoti kesehatannya, kini menyatakan harapan besar untuk kembali berkarya di layar kaca demi memastikan kelangsungan pendapatannya. Kondisi fisik yang menurun drastis dalam tiga tahun terakhir telah memaksa Boneng, nama asli Zainal Abidin Zetta, menghentikan aktivitas syuting yang menjadi sumber pemasukan utamanya, bahkan ketika rumah warisan keluarganya di Matraman Dalam, Jakarta Pusat, tengah direnovasi pasca ambruk pada akhir Desember 2025.
Diding Boneng, yang memulai kariernya di teater sejak 1973 dan kemudian dikenal luas melalui film-film Warkop DKI serta serial televisi "Rumah Masa Depan", didiagnosis mengidap asma sekitar tiga tahun lalu, sebuah penyakit yang tidak pernah ia alami seumur hidupnya. Ia menduga kondisi pernapasan ini dipicu oleh paparan asap buatan yang intens selama sekitar 80 hari syuting dua proyek film horor di hutan, sebagian besar dilakukan pada malam hari. Paparan zat iritan selama proses produksi film telah menimbulkan dampak signifikan pada paru-parunya, sehingga membatasi kemampuannya untuk beraktivitas fisik berat. "Kalau mikir berat, napas saya langsung terasa sesak," ujar Diding Boneng, menggambarkan keterbatasan yang ia hadapi.
Dalam beberapa hari terakhir, kesehatan Diding Boneng kembali menurun, menyebabkan ia harus menjalani perawatan di Tangerang setelah asmanya kambuh. Lingkungan rumah yang berdebu selama proses renovasi serta kelelahan fisik diduga menjadi pemicu utama kekambuhan tersebut. Adik bungsu Diding Boneng, Zaenal Wahyudin atau Bambang, menjelaskan bahwa aktor tersebut tidak memiliki riwayat penyakit dalam lainnya, dan asma ini baru muncul belakangan, kemungkinan besar karena faktor usia.
Meskipun demikian, semangat berkarya Diding Boneng tetap menyala. Ia masih aktif di dunia teater, meskipun dengan jadwal yang disesuaikan kondisi kesehatan. Selain itu, ia juga kerap diminta membimbing kelas akting untuk mahasiswa dari institusi pendidikan seperti IPB Bogor dan Unisma. Namun, kegiatan tersebut tidak dapat sepenuhnya menggantikan pemasukan finansial dari syuting film dan televisi yang lebih besar. "Penginnya sih syuting lagi buat cari duit," kata Diding Boneng, menegaskan kebutuhan mendesak untuk kembali bekerja.
Situasi yang dihadapi Diding Boneng mencerminkan tantangan yang kerap menimpa seniman senior di Indonesia. Banyak aktor veteran menghadapi kesulitan finansial dan kesehatan di usia senja, dengan pendapatan yang tidak menentu dan minimnya jaring pengaman sosial yang komprehensif. Beberapa figur publik seperti Raffi Ahmad telah memberikan bantuan finansial, di mana Raffi menyalurkan Rp 50 juta untuk membantu renovasi rumah Diding Boneng yang ambruk. Selain itu, rekan-rekan seniman lain seperti Indro Warkop dan Renny Djajoesman juga memberikan dukungan. Warga sekitar pun terlibat dalam gotong royong membangun kembali rumah yang telah berusia lebih dari 100 tahun itu, menunjukkan solidaritas komunitas di tengah keterbatasan sistematis.
Progres renovasi rumah Diding Boneng masih sekitar 10 persen, dengan target penyelesaian dalam dua bulan mendatang. Kondisi ini menambah beban pikiran bagi aktor yang dianjurkan dokter untuk tidak terlalu lelah dan menghindari stres. Upaya untuk menopang kehidupan di tengah penyakit kronis dan kebutuhan finansial menyoroti urgensi pembahasan lebih lanjut mengenai dukungan berkelanjutan bagi para pekerja seni yang telah mendedikasikan hidupnya untuk industri hiburan Indonesia.