
Aktris Celine Evangelista menghadapi tantangan akting yang signifikan dalam perannya sebagai Srini, seorang ibu tunggal yang diteror sosok raksasa mitologis Buto Ijo, dalam film horor "Penunggu Rumah: Buto Ijo" yang akan tayang perdana pada 15 Januari 2026. Ia mengungkapkan pendalaman karakternya banyak mengandalkan ekspresi nonverbal, terutama tatapan mata, mengingat minimnya dialog pada beberapa adegan penting.
Evangelista menjelaskan, "Di setiap adegan itu bukan hanya dialog yang harus kita perdalam, bukan hanya chemistry perasaan yang kita bangkitkan, tapi juga ekspresi. Kadang tanpa dialog kita juga harus bisa berbicara lewat ekspresi tatapan mata." Kedekatan cerita dengan dongeng masa kecilnya, Timun Mas, turut membantunya dalam mendalami karakter Srini, yang dikemas lebih emosional dan relevan dengan konflik keluarga modern.
Film "Penunggu Rumah: Buto Ijo", disutradarai oleh Achmad Romie dan diproduksi oleh Creator Pictures serta Seru Juga Film Studio, mengadaptasi secara bebas legenda rakyat Timun Mas dengan nuansa horor klenik yang lebih kelam. Gandhi Fernando, selaku produser dan penulis skenario, menegaskan bahwa film ini tidak hanya menjual rasa takut, melainkan juga menyuguhkan pesan emosional mendalam mengenai kesepakatan, janji, dan konsekuensi tindakan manusia. Fernando juga mengungkapkan visinya untuk menghadirkan film horor yang "ramah anak" tanpa adegan berlebihan seperti pembunuhan atau darah, bertujuan agar dapat dinikmati semua kalangan usia, sebuah pendekatan yang kontras dengan tren horor dewasa saat ini.
Peran Evangelista sebagai Srini, seorang janda yang hidup bersama putrinya, Tisya (diperankan oleh Meryem Hasanah), menjadi pusat teror saat gangguan supranatural dari Buto Ijo mulai muncul menjelang ulang tahun keenam anaknya. Dalam keputusasaan, Srini menghubungi mantan kekasihnya, Ali (Gandhi Fernando), seorang konten kreator horor uji nyali, serta Indra (Adnan Djani), seorang medium, untuk mengungkap rahasia gelap di balik teror tersebut yang ternyata berkaitan dengan janji masa lalu.
Industri film horor di Indonesia telah menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada tahun 2023, genre horor mendominasi produksi film panjang di Indonesia, mencakup 40,16% dari keseluruhan rilisan, dan menyumbang 70% dari total penjualan tiket bioskop, dengan lebih dari 54 juta tiket terjual. Popularitas ini berakar kuat pada ketertarikan budaya Indonesia terhadap hal-hal mistis dan cerita-cerita hantu lokal yang telah diwariskan turun-temurun. Film-film horor yang mengangkat mitos dan legenda lokal kerap membangun kedekatan emosional instan dengan penonton karena ceritanya sudah familiar.
Bagi Celine Evangelista, meskipun ia memiliki pengalaman panjang dalam sinetron dan beberapa film horor sebelumnya seperti "Hantu Bangku Kosong" (2006) dan "Sosok Ketiga" (2023), peran Srini menawarkan dimensi baru yang menuntut ekspresi yang lebih terukur untuk menjaga konsistensi emosi di layar lebar. Film "Penunggu Rumah: Buto Ijo" menandai upaya lain dalam karirnya untuk mengeksplorasi genre yang terus digemari di pasar domestik, sekaligus menunjukkan adaptasi industri dalam menyajikan konten horor yang lebih beragam.