:strip_icc()/kly-media-production/medias/5462806/original/059610000_1767589389-unicef_korea.jpg)
Aktor veteran Korea Selatan Ahn Sung Ki meninggal dunia pada Senin, 5 Januari 2026, di usia 74 tahun, setelah berjuang melawan kanker darah dan mengalami penurunan kesehatan mendadak. Kepergiannya memicu duka mendalam dari Komite UNICEF Korea, yang menyebut mendiang sebagai "pilar harapan yang tak tergoyahkan bagi anak-anak di seluruh dunia" atas dedikasi kemanusiaan yang dijalani selama lebih dari empat dekade.
Ahn mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Universitas Soonchunhyang, Seoul, setelah menjalani perawatan intensif. Ia dirawat dalam kondisi koma sejak 30 Desember 2025, setelah pingsan di rumah akibat tersedak makanan. Kanker darah telah didiagnosis pada tahun 2019, dan meskipun sempat dinyatakan remisi pada tahun 2020, penyakit tersebut kembali kambuh dan memperburuk kondisi kesehatannya.
Komite UNICEF Korea, melalui pernyataan resmi pada hari kematiannya, menyampaikan belasungkawa mendalam. Mereka menyatakan, "Duta Besar Persahabatan Ahn Sung Ki, yang dengan kasih sayang tak tergoyahkan mendampingi anak-anak selama lebih dari 40 tahun, kini telah meninggalkan kita." Organisasi tersebut menyoroti bagaimana Ahn Sung Ki telah mengabdikan hidupnya untuk perlindungan anak-anak sebanding dengan dedikasinya di dunia akting, menjadikan keberadaannya sebagai teladan bagi masyarakat. Ia juga dikenal sebagai "aktor nasional" dengan senyum ramah yang selalu menginspirasi.
Keterlibatan Ahn dengan UNICEF dimulai sebagai sukarelawan pada tahun 1980-an, sebelum diangkat menjadi perwakilan khusus kantor UNICEF Korea pada Desember 1992, dan kemudian Duta Besar Persahabatan Komite UNICEF Korea mulai Mei 1993. Selama masa pengabdiannya, Ahn secara aktif mengunjungi berbagai lokasi UNICEF di seluruh dunia, termasuk Ethiopia, Uganda, Malawi, Vietnam, Kamboja, Tiongkok, Indonesia, dan Myanmar, serta terlibat dalam kegiatan penggalangan dana dan promosi. Perannya melampaui simbolisme, dijalani secara konsisten dalam berbagai kampanye perlindungan anak. Sebuah kutipan dari Ahn Sung Ki yang diulang oleh UNICEF menggarisbawahi filosofi filantropinya: "Setiap kali saya menghadapi anak-anak, saya belajar betapa jauh lebih besar kegembiraan memberi daripada menerima." Bahkan setelah diagnosis kankernya pada tahun 2019, ia tetap berpartisipasi dalam kampanye ulang tahun ke-75 UNICEF dan kampanye tanggap krisis iklim.
Pemerintah Korea Selatan secara anumerta menganugerahkan Geumgwan Order of Cultural Merit (Medali Emas Budaya), kehormatan tertinggi dalam bidang budaya dan seni populer, kepada Ahn Sung Ki. Pengakuan ini menyoroti kontribusinya yang tak terhingga tidak hanya dalam membentuk sejarah perfilman Korea selama lebih dari enam dekade melalui lebih dari 170 judul film, tetapi juga dalam pelayanan sosial. Sebelumnya, ia telah menerima Bogwan Order of Cultural Merit pada tahun 2005 dan Eungwan Order of Cultural Merit pada tahun 2013, yang terakhir juga mengakui perannya sebagai Duta Besar Persahabatan Komite UNICEF Korea. Pada tahun 2023, ia juga dianugerahi April 19 Democratic Peace Prize atas tiga dekade pengabdiannya kepada UNICEF.
Warisan Ahn Sung Ki tidak hanya tercetak dalam film-film ikonik yang ia bintangi, tetapi juga dalam advokasi kemanusiaannya yang tak henti. Kepergiannya menimbulkan kekosongan dalam sinema Korea dan komunitas filantropi global, namun jejak pengaruhnya sebagai seniman dan humanitarian diharapkan terus menginspirasi generasi mendatang untuk aksi sosial dan perlindungan anak-anak rentan. Kemampuan tokoh publik seperti Ahn Sung Ki untuk menggunakan platform mereka dalam mendukung tujuan kemanusiaan menegaskan dampak signifikan yang dapat mereka berikan, melampaui batas-batas hiburan semata.