:strip_icc()/kly-media-production/medias/5462661/original/020334700_1767586312-aktor_korea.jpeg)
Aktor veteran Korea Selatan Ahn Sung-ki meninggal dunia pada Senin, 5 Januari 2026, di usia 74 tahun, setelah sempat dilarikan ke rumah sakit dan dirawat intensif usai tersedak makanan dan kolaps di kediamannya. Insiden yang menyebabkan henti jantung tersebut terjadi pada 30 Desember 2025, yang memperburuk kondisi kesehatannya yang telah lama berjuang melawan kanker darah atau leukemia sejak 2019. Agensi Ahn Sung-ki, Artist Company, mengonfirmasi kabar duka ini, menyatakan bahwa sang aktor mengembuskan napas terakhir di ruang perawatan intensif Rumah Sakit Universitas Soonchunhyang di Seoul. Pihak agensi dan keluarga meminta privasi serta menahan diri dari spekulasi yang tidak berdasar.
Perjuangan Ahn Sung-ki melawan kanker darah telah berlangsung sejak diagnosis pada tahun 2019. Meskipun sempat dinyatakan remisi pada tahun 2020, penyakit tersebut dilaporkan kambuh kembali dalam pemantauan lanjutan, secara bertahap melemahkan kondisi fisiknya. Penurunan kesehatan sang aktor sempat menjadi perhatian publik pada 2022 ketika ia muncul dengan penampilan fisik yang berubah, termasuk mengenakan wig dan membutuhkan bantuan untuk berjalan, saat menghadiri sebuah acara film. Meskipun kesehatannya memburuk, ia tetap menunjukkan dedikasi tinggi terhadap industri perfilman, bahkan sempat tampil di acara pembukaan Bucheon International Fantastic Film Festival ke-27 pada tahun 2023.
Insiden tersedak makanan yang menyebabkan kolaps dan henti jantung pada 30 Desember 2025 menjadi titik kritis bagi Ahn Sung-ki. Ia segera dilarikan ke ruang gawat darurat dan menerima CPR, lalu dipindahkan ke unit perawatan intensif. Putra sulungnya yang berada di luar negeri segera kembali ke Korea Selatan untuk mendampinginya di saat-saat terakhir.
Ahn Sung-ki, yang dijuluki "Aktor Nasional" Korea Selatan, memulai kariernya sebagai aktor cilik pada usia lima tahun dalam film "The Twilight Train" (1957) karya Kim Ki-young. Selama lebih dari enam dekade, ia telah membintangi lebih dari 140 film, dengan beberapa sumber menyebut hingga 170 film, dan meraih lebih dari 40 penghargaan bergengsi, termasuk lima gelar Aktor Terbaik di Grand Bell Awards. Karyanya yang beragam dan mendalam seperti "A Fine, Windy Day" (1980), "Mandala", "Two Cops", "Nowhere to Hide", "Silmido", "Radio Star", dan "Hansan: Rising Dragon" (2022) telah membentuk sejarah sinema Korea modern.
Selain dedikasinya di dunia akting, Ahn Sung-ki juga dikenal atas kontribusi kemanusiaannya. Ia menjabat sebagai duta UNICEF Korea selama lebih dari 40 tahun, menjadi teladan bagi masyarakat. Artist Company mengenang Ahn Sung-ki sebagai pribadi yang menjunjung tinggi martabat dan tanggung jawab sebagai manusia, serta selalu menghormati sesama pekerja seni. Presiden Lee Jae Myung juga menyampaikan belasungkawa, menyatakan bahwa Ahn Sung-ki telah memberikan "kenyamanan, kegembiraan, dan waktu untuk refleksi" bagi banyak orang, seraya merindukan "senyum hangat dan suara lembutnya".
Pemakaman Ahn Sung-ki akan diselenggarakan sebagai upacara pemakaman industri film, yang dikelola oleh Yayasan Seni dan Budaya Shin Young-kyun serta Asosiasi Aktor Film Korea. Rekan-rekan aktor seperti Lee Jung-jae dan Jung Woo-sung akan bertugas sebagai pengusung peti jenazah. Kepergian Ahn Sung-ki meninggalkan warisan yang tak terhapuskan dalam seni, kemanusiaan, dan keteladanan peran publik di Korea Selatan, menegaskan posisinya sebagai ikon lintas generasi.