:strip_icc()/kly-media-production/medias/5455690/original/070861100_1766724654-607304210_18390688885197182_710196561021368193_n.jpg)
Arena Inspire di Incheon, Korea Selatan, pada tanggal 25 Desember 2025, menjadi saksi dominasi panggung oleh deretan idol SM Entertainment dalam gelaran SBS Gayo Daejeon 2025, menampilkan spektrum talenta dari veteran K-Pop TVXQ hingga grup pendatang baru Hearts2Hearts. Kehadiran masif agensi hiburan tersebut bukan sekadar perayaan akhir tahun, melainkan refleksi nyata dari strategi "SM 3.0" yang agresif, menegaskan transisi generasi dan ambisi ekspansi global mereka di tengah lanskap industri yang terus berkembang.
SM Entertainment menampilkan jajaran artistiknya yang komprehensif, dimulai dengan penampilan karismatik dari U-Know Yunho TVXQ, yang mewakili fondasi dan warisan agensi. Selanjutnya, unit-unit NCT seperti NCT DREAM, NCT WISH, dan Taeyong (solo) menyoroti kekuatan dan fleksibilitas merek NCT yang terus berkembang. Grup wanita populer aespa juga turut memukau dengan penampilan mereka, memperkuat posisi mereka sebagai salah satu pilar generasi keempat K-Pop.
Titik fokus yang signifikan adalah kehadiran Hearts2Hearts, girl group delapan anggota yang debut pada 24 Februari 2025, dengan single album "The Chase". Hearts2Hearts merupakan girl group pertama SM Entertainment sejak aespa pada tahun 2020, dan juga grup wanita terbesar sejak Girls' Generation pada debutnya tahun 2007. Debut mereka di Daejeon kali ini, setahun setelah debut, menggarisbawahi upaya SM untuk secara cepat mengintegrasikan talenta baru ke panggung utama dan menunjukkan hasil dari strategi produksi "SM 3.0" yang diperkenalkan setelah kepergian pendiri Lee Soo-man pada tahun 2023. Grup ini bahkan telah mengumumkan rencana promosi di Amerika Serikat pada Maret 2026, termasuk penampilan showcase mandiri di New York dan Los Angeles, menandakan percepatan jadwal ekspansi global bagi artis-artis pendatang baru SM.
Partisipasi SM Entertainment yang kuat ini sejalan dengan tema SBS Gayo Daejeon 2025, "Golden Loop," yang dimaksudkan untuk merefleksikan perjalanan cemerlang K-Pop sepanjang tahun dan melambangkan masa depan yang terus berkembang. Acara yang dipandu oleh Young K DAY6, An Yu-jin IVE, dan Jaemin NCT DREAM ini, juga mencatat rekor An Yu-jin sebagai MC enam kali berturut-turut untuk Gayo Daejeon, sebuah pencapaian yang langka dalam industri yang serba cepat ini.
Secara lebih luas, penampilan para idol SM di panggung tahunan ini mengilustrasikan strategi perusahaan di bawah payung "SM 3.0" yang bertujuan mencapai penjualan 1,2 triliun won pada tahun 2025. Strategi ini menekankan diversifikasi pendapatan melalui kekayaan intelektual (IP) sekunder seperti merchandise, lisensi IP, platform komunitas penggemar, dan konten video, bukan hanya dari penjualan album dan musik digital. SM Entertainment juga semakin berfokus pada pasar global, terutama Amerika Serikat, dengan mendorong grup-grup rookie mereka untuk mendapatkan pijakan lebih awal dibandingkan praktik historis mereka. Pergeseran ini mencerminkan perubahan prioritas SM sejak peluncuran SM 3.0, yang menganggap AS sebagai "pasar utama" untuk menjadi perusahaan hiburan global terkemuka. Integrasi cepat Hearts2Hearts ke panggung global menunjukkan komitmen SM terhadap pendekatan ini, di tengah persaingan ketat dari agensi lain yang juga mempercepat strategi pasar Amerika mereka.
Kehadiran lintas generasi, dari ikon seperti U-Know TVXQ hingga sensasi baru Hearts2Hearts, bukan hanya memamerkan kedalaman katalog artis SM, tetapi juga menggarisbawahi upaya strategis mereka untuk menyeimbangkan warisan dan inovasi. Langkah ini fundamental dalam mempertahankan relevansi SM Entertainment di pasar K-Pop global yang semakin kompetitif, sekaligus membuka jalan bagi gelombang Hallyu berikutnya dengan strategi yang lebih adaptif dan berorientasi pasar.