Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

The Red Sleeve di Vidio: Lee Junho Puncaki Karier dengan Peran Terbaik

2025-12-24 | 23:07 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-24T16:07:18Z
Ruang Iklan

The Red Sleeve di Vidio: Lee Junho Puncaki Karier dengan Peran Terbaik

Pencapaian luar biasa dalam drama sejarah "The Red Sleeve" telah secara definitif menandai Lee Junho sebagai salah satu aktor paling terkemuka di Korea Selatan, mengukuhkan posisinya melampaui stereotip "aktor idola". Perannya sebagai Putra Mahkota Yi San, yang kemudian menjadi Raja Jeongjo, diakui secara luas sebagai penampilan terbaiknya sepanjang karier, dengan drama tersebut mencapai puncak popularitasnya di platform streaming seperti Vidio di Indonesia.

"The Red Sleeve", yang tayang di MBC TV dari 12 November 2021 hingga 1 Januari 2022, mencatat rating pemirsa yang sangat tinggi, mencapai 17,4% untuk episode terakhirnya di Korea Selatan. Drama ini menjadi serial MBC pertama dalam hampir tiga tahun yang meraih rating dua digit, menandakan kesuksesan signifikan setelah masa stagnasi rating drama di MBC. Kesuksesan domestik ini berlanjut ke kancah internasional, di mana drama tersebut tetap berada di peringkat teratas konten yang paling banyak ditonton di berbagai layanan streaming selama hampir dua bulan.

Di Indonesia, drama ini menemukan audiens yang besar melalui platform Vidio. Vidio sendiri telah memperkuat posisinya sebagai platform OTT nomor satu di Indonesia, dengan 5 juta pelanggan berbayar dan menguasai lebih dari 20% pangsa keterlibatan VOD premium di negara tersebut pada kuartal keempat 2024. Keberhasilan ini didorong oleh kombinasi konten lokal orisinal, hak siar olahraga, dan akuisisi konten strategis, termasuk drama Korea yang secara konsisten menyumbang 35% dari total jam streaming di Asia Tenggara pada kuartal kedua 2025. Popularitas "The Red Sleeve" di Vidio menggarisbawahi tren peningkatan konsumsi drama Korea di pasar Indonesia yang terus berkembang.

Transformasi Lee Junho dari idola K-pop, anggota grup 2PM, menjadi aktor papan atas merupakan perjalanan yang disengaja. Debut aktingnya dimulai pada film "Cold Eyes" tahun 2013, diikuti oleh peran-peran penting di serial seperti "Good Manager" (2017) dan "Rain or Shine" (2017-2018), di mana ia bahkan menurunkan berat badan 7 kg untuk mendalami perannya sebagai korban trauma. Perannya sebagai jaksa penuntut yang licik di "Good Manager" mendapat pujian, dan ia memenangkan Excellence Award pertamanya di KBS Drama Awards. Namun, perannya sebagai Raja Jeongjo di "The Red Sleeve" secara luas dianggap sebagai titik balik.

Untuk perannya sebagai Raja Jeongjo, Lee Junho mengungkapkan tekanan yang ia rasakan dalam memerankan tokoh sejarah yang begitu dihormati dan telah diperankan oleh banyak aktor hebat sebelumnya. Ia secara cermat membedakan ekspresi dan nada suaranya antara karakter putra mahkota yang penuh gairah dan raja yang karismatik. Sutradara "The Red Sleeve", Jung Ji In, memuji profesionalisme Lee Junho yang selalu datang ke lokasi syuting dengan persiapan matang, tanpa perlu melihat naskah, dan menggabungkan elemen emosional dengan sempurna dalam setiap dialognya yang panjang.

Penampilannya membuahkan berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Top Excellence Award di MBC Drama Awards 2021 bersama lawan mainnya Lee Se Young, dan Best Couple Award. Puncaknya, ia memenangkan Best Actor Award di 58th Baeksang Arts Awards 2022, menjadikannya aktor idola pertama yang meraih penghargaan tersebut, serta Most Popular Actor. Ia juga menjadi aktor idola pertama yang memenangkan Korea PD Awards untuk Best Actor. Setelah kesuksesan "The Red Sleeve", Lee Junho dilaporkan menerima sekitar 100 tawaran naskah, menandai pengakuan luas atas kemampuannya.

Kesuksesan "The Red Sleeve" dan penampilan fenomenal Lee Junho bukan hanya sekadar fenomena sesaat, tetapi juga memiliki implikasi jangka panjang terhadap persepsi aktor idola di industri hiburan Korea dan lanskap streaming di Asia Tenggara. Kritikus industri meyakini bahwa evolusi Lee Junho menantang stereotip lama bahwa idola tidak dapat mencapai kedalaman akting yang serius. Hal ini membuka jalan bagi lebih banyak idola untuk diakui berdasarkan bakat akting mereka daripada hanya status K-pop mereka. Bagi Vidio dan platform streaming regional lainnya, lonjakan popularitas K-drama seperti "The Red Sleeve" menegaskan pentingnya strategi akuisisi konten yang kuat untuk mempertahankan dan menarik pelanggan di pasar yang sangat kompetitif, di mana konten Korea terus menjadi pendorong utama pertumbuhan.