
Penyanyi Givri Taj kembali menggebrak industri musik Indonesia dengan persiapan perilisan single terbarunya, "Di Mana Hatimu", yang saat ini tengah memasuki tahap akhir produksi video klip di Jakarta. Karya anyar ini menandai langkah strategis Givri dalam menghadirkan dangdut modern yang relevan dengan pendengar kekinian, setelah periode kebangkitan kariernya pasca-vakum.
"Di Mana Hatimu" mengangkat narasi kesetiaan yang dikhianati, sebuah tema universal yang disampaikan melalui lirik yang dalam. "Lagu ini bercerita tentang perempuan yang sudah setia, tidak macam-macam, tapi pasangannya justru bermain di belakang. Akhirnya dia bertanya, 'Aku bisa setia seperti ini, tapi kamu kenapa tidak? Hatimu di mana?'," ujar Givri dalam sebuah kesempatan di Jakarta pada Selasa (23/12/2025). Ia menambahkan bahwa lagu ini tidak hanya merefleksikan pengalaman pribadinya, tetapi juga mewakili perasaan banyak perempuan yang menghadapi situasi serupa.
Secara musikal, Givri Taj meramu "Di Mana Hatimu" dengan genre dangdut modern yang dirancang untuk dapat diterima oleh semua kalangan. Aransemennya dikemas lebih kontemporer, diawali dengan sentuhan melodi saksofon yang memberikan kesan mewah, sebelum kemudian berpadu dengan ketukan yang energik di bagian tengah lagu. Pendekatan ini merupakan upaya untuk memodernisasi dangdut tanpa kehilangan esensinya. "Dangdutnya kita kemas semodern mungkin supaya tidak ketinggalan zaman. Jadi ada unsur mewah di depan, lalu tetap enak untuk joget di tengah," jelas Givri.
Perilisan single ini merupakan kelanjutan dari fase kebangkitan karier Givri Taj, yang dulunya dikenal sebagai Givri, jebolan Kontes Dangdut Indonesia (KDI) tahun 2009. Setelah beberapa tahun vakum untuk fokus pada keluarga, ia kembali ke industri musik pada Maret 2024 dengan nama panggung Givri Taj, sebuah nama yang diambil dari kata "mahkota" sebagai simbol harapan puncak karier. Saat comeback tersebut, ia merilis dua single, "Harapan Cinta" dan "Allah Ya Kareem", di bawah naungan Elite Music Management. Kemampuan Givri dalam membawakan berbagai genre musik, mulai dari dangdut, pop, hingga Melayu, telah menjadi ciri khasnya sejak awal karier. Selain proyek solo, Givri Taj juga sempat berkolaborasi dalam duo New Sister bersama Ovi Kirana, menyegarkan kembali lagu legendaris "Semua Jadi Satu" dengan aransemen dangdut modern pada Juni 2025.
Proyek "Di Mana Hatimu" diharapkan dapat segera disusul dengan video klipnya setelah proses pengemasan tuntas, dengan target rilis akhir tahun 2025 atau awal 2026. Givri menyatakan fokusnya untuk mempersiapkan karya-karya baru secara maksimal, menargetkan tahun 2026 sebagai momentum peningkatan produktivitas setelah beberapa rencana perilisan di tahun sebelumnya belum sepenuhnya terealisasi. Strategi ini menunjukkan ambisi Givri Taj untuk memperkuat posisinya di kancah musik nasional melalui inovasi genre dan relevansi lirik, sekaligus menegaskan kembali eksistensinya sebagai penyanyi dangdut yang mampu beradaptasi dengan selera pasar yang terus berkembang.