Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Teror Rumah Berhantu Terungkap Lewat Mata Anjing Penjaga

2025-12-02 | 18:55 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-02T11:55:16Z
Ruang Iklan

Teror Rumah Berhantu Terungkap Lewat Mata Anjing Penjaga

"Good Boy" menawarkan pengalaman horor rumah berhantu yang unik dan menyegarkan, menempatkan penonton dalam perspektif tak biasa seekor anjing peliharaan yang setia. Film ini, yang menjadi debut penyutradaraan Ben Leonberg, telah menarik perhatian kritikus dan penonton dengan pendekatan inovatifnya dalam genre horor.

Dirilis secara teatrikal di Amerika Serikat pada 3 Oktober 2025, setelah tayang perdana di South by Southwest Film & TV Festival pada 8 Maret 2025, "Good Boy" kemudian hadir di bioskop Indonesia pada 8 Oktober 2025. Film ini sukses meraih pendapatan kotor $8.5 juta di seluruh dunia dengan anggaran produksi hanya $70.000, membuktikan bahwa ide yang berani dapat membuahkan hasil signifikan.

"Good Boy" mengisahkan tentang Indy, seekor anjing jenis Nova Scotia Duck Tolling Retriever yang diperankan oleh anjing pribadi sutradara Ben Leonberg. Indy menemani pemiliknya, Todd (diperankan Shane Jensen), seorang pria yang menderita penyakit paru-paru kronis, pindah ke rumah terpencil mendiang kakeknya di hutan New Jersey, dengan harapan menemukan ketenangan. Namun, ketenangan itu dengan cepat berganti menjadi teror ketika Indy mulai merasakan kehadiran gaib yang jahat di rumah tersebut—sebuah entitas supernatural yang secara bertahap merasuki Todd.

Keunikan utama "Good Boy" terletak pada cara penyajiannya yang seluruhnya dari sudut pandang Indy. Kamera seringkali ditempatkan sejajar dengan mata Indy, memungkinkan penonton untuk merasakan dunia yang menyeramkan melalui perspektif rendah yang penuh kewaspadaan. Tidak ada narasi batin atau dialog buatan yang sering ditemukan dalam film hewan peliharaan; sebaliknya, ekspresi, tatapan, dan bahasa tubuh Indy menjadi medium utama untuk membangun ketegangan dan menyampaikan cerita.

Film ini tidak mengandalkan jumpscare murahan. Ketegangan dibangun secara perlahan melalui pengamatan Indy terhadap sudut-sudut kosong, langkah kaki tak terlihat, dan reaksinya terhadap bayangan samar. Hal ini menciptakan pengalaman horor yang merayap dan realistis, di mana penonton ikut merasakan rasa takut dan kewaspadaan alami dari perspektif hewan.

Akting Shane Jensen sebagai Todd juga dipuji karena berhasil menunjukkan perubahan karakter yang perlahan dikuasai energi jahat. Sementara itu, sinematografi yang didominasi pencahayaan gelap dan efek suara alami berhasil menciptakan suasana rumah yang terasa hidup sekaligus menakutkan.

Indy sendiri telah mencetak sejarah perfilman dengan menjadi aktor hewan pertama yang dinominasikan untuk penghargaan akting utama, yang sebelumnya hanya diberikan kepada aktor manusia. Penampilannya yang luar biasa, dikombinasikan dengan kisah horor unik yang sarat emosi, telah membuat "Good Boy" mendapatkan pujian kritis, dengan rating 90% "Fresh" di Rotten Tomatoes.

Di balik kengerian yang disuguhkan, "Good Boy" juga mengangkat tema-tema mendalam tentang kesetiaan, cinta antara manusia dan hewan peliharaan, duka, dan ketidakberdayaan saat menyaksikan orang terkasih perlahan merosot. Film ini menjadi bukti bahwa genre horor masih memiliki ruang untuk inovasi, terutama ketika cerita disajikan dari sudut pandang yang tak terduga, memberikan sentuhan emosional yang kuat di tengah teror.