Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Terobosan Akting Helsi Herlinda di Film NIA Disejajarkan dengan Christine Hakim

2025-12-07 | 18:01 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-07T11:01:51Z
Ruang Iklan

Terobosan Akting Helsi Herlinda di Film NIA Disejajarkan dengan Christine Hakim

Aktris senior Helsi Herlinda menuai pujian luar biasa atas penampilannya yang bertransformasi total dalam film terbarunya, "NIA". Respons positif dari berbagai pihak, termasuk seorang produser film yang menyetarakan kemampuannya dengan aktris legendaris Christine Hakim, menandai babak baru dalam karier Helsi setelah dua dekade identik dengan peran antagonis.

Helsi Herlinda, yang dikenal luas sebagai "Ratu Nyinyir Nasional" sejak boomingnya sinetron "Bawang Merah Bawang Putih" pada tahun 2004, kini memerankan karakter protagonis bernama Ibu Eli. Ibu Eli adalah seorang ibu tunggal yang harus menghadapi nasib tragis, kehilangan putrinya akibat kekerasan seksual dan pembunuhan. Film "NIA" sendiri diangkat dari kisah nyata pilu seorang gadis penjual gorengan di Padang.

Totalitas aktris berusia 46 tahun ini dalam mendalami perannya dipuji banyak pihak. Helsi Herlinda rela mengubah penampilannya secara drastis, mulai dari menggelapkan warna kulit, tampil tanpa riasan wajah, hingga mengenakan daster dan hijab, jauh dari citra glamornya selama ini. Ia bahkan mendengarkan lagu-lagu Minang bernuansa sedih sebelum pengambilan adegan untuk memperdalam emosi karakternya. Proses casting pun tetap ia jalani secara profesional demi meyakinkan sutradara dan produser.

Peran Ibu Eli disebut Helsi Herlinda sebagai tantangan baru yang luar biasa dan menjadi pembuktian kemampuan aktingnya yang sesungguhnya. Ia mengaku merasa tertantang untuk membawakan karakter seorang ibu Minang yang berjuang, diceraikan suami, dan mengalami kehilangan tragis.

Pujian atas penampilan Helsi Herlinda membanjiri, termasuk dari rekan seprofesi seperti Paramitha Rusady, serta para produser yang dibuat pangling oleh aktingnya. Salah satu produser bahkan secara langsung menyatakan bahwa kemampuan akting Helsi dalam peran Ibu Eli dapat disetarakan dengan aktris sekelas Christine Hakim. Mendengar pujian tersebut, Helsi Herlinda mengaku sempat tidak percaya dan terkejut, mengingat Christine Hakim adalah idola dan panutan tertingginya dalam dunia akting.

Film "NIA" diproduseri oleh Nicki RV, Ruben Onsu, Aswin Fabanyo, dan Aditya Gumay, serta disutradarai oleh Aditya Gumay dan Ronny Mepet. Penayangan spesial film ini telah diadakan pada Jumat, 14 November 2025, di XXI Plaza Senayan, yang turut dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon serta tokoh masyarakat Minang. Helsi Herlinda mengungkapkan rasa syukurnya atas apresiasi yang diterimanya, merasa kerja kerasnya terbayarkan, dan menyatakan kesiapannya untuk memerankan berbagai karakter ke depannya.