Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Sungai Cigondewah: Lumpur Keruh Kini Disulap Menjadi 'Air Seni' yang Memukau

2025-12-26 | 19:40 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-26T12:40:12Z
Ruang Iklan

Sungai Cigondewah: Lumpur Keruh Kini Disulap Menjadi 'Air Seni' yang Memukau

Seorang seniman asal Bandung, Tisna Sanjaya, mengubah Sungai Cigondewah yang terkenal keruh akibat limbah menjadi karya seni instalasi berjudul "Air Seni" sejak tahun 2021. Proyek ini, yang berlokasi di Imah Budaya Cigondewah, Desa Baturengat, Kecamatan Bandung Kulon, bukan sekadar ekspresi artistik, melainkan upaya konkret untuk menjernihkan air sungai yang tercemar dan mendorong revitalisasi budaya serta pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi antara seni dan sains ini melibatkan ilmuwan Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Ir. I Gede Wenten, untuk menciptakan instalasi penjernih air yang menghasilkan air bersih siap minum serta air untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK) bagi warga sekitar.

Sungai Cigondewah, termasuk anak sungainya seperti Cikendal, telah lama menghadapi masalah serius akibat pencemaran limbah domestik dan industri. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung tahun 2023 menunjukkan bahwa dari 24 sungai yang melintasi Kota Bandung, lima di antaranya, termasuk Cigondewah dan Cikendal, masuk kategori tercemar sedang berdasarkan pemantauan kualitas air tahun 2022. Sebelumnya, pada tahun 2021, kualitas air di Kota Bandung secara keseluruhan dinilai buruk, dengan 21 dari 24 sungai tercemar ringan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Dudy Prayudi, pada Maret 2023 menyatakan pihaknya tengah mengkaji penyebab pencemaran tersebut, dengan limbah domestik sebagai salah satu dugaan utama.

Secara historis, Cigondewah dulunya merupakan lumbung padi dengan aliran sungai yang jernih, mengalirkan cinta ke sawah-sawah, dan menjadi bagian dari tradisi masyarakat Sunda yang kaya akan nilai kearifan lokal. Namun, seiring dengan industrialisasi dan modernisasi, lahan pertanian beralih fungsi menjadi gudang dan tempat penampungan limbah plastik, mengubah kondisi lingkungan secara drastis. Air sungai tercemar limbah beracun, sumber mata air terperangkap, dan flora serta fauna punah, digantikan oleh tumpukan limbah dan kepulan asap pembakaran. Tisna Sanjaya, yang lahir dan besar di Cigondewah, mengaku prihatin dengan perubahan ini. Ia memulai proyek seni lingkungan ini sejak tahun 2007 sebagai bagian dari penelitian disertasinya, berfokus pada permasalahan sampah dan air.

Karya "Air Seni" dan instalasi penjernih air di Imah Budaya Cigondewah ini merepresentasikan sebuah kritik tajam terhadap degradasi lingkungan sekaligus tawaran solusi konkret. Melalui seni instalasi kincir penjernih air yang didesain artistik, Tisna Sanjaya mencoba mengubah "bencana" air keruh menjadi "doa air kehidupan" bagi warga Desa Baturengat. Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, pada Desember 2021 mengapresiasi kolaborasi ini, menekankan pentingnya menjaga kelestarian sumber mata air dan berharap instalasi semacam ini dapat ditularkan ke daerah lain untuk mengatasi keterbatasan akses air bersih.

Implikasi jangka panjang dari proyek "Air Seni" ini melampaui sekadar penyediaan air bersih. Ini adalah upaya untuk merevitalisasi budaya yang pernah berjaya di Cigondewah, menumbuhkan kembali semangat gotong royong, dan memulihkan hubungan harmonis antara manusia dan alam. Kehadiran Imah Budaya Cigondewah sebagai pusat kebudayaan dan galeri seni di lahan bekas penampungan sampah menunjukkan bahwa seni dapat menjadi agen perubahan yang kuat untuk isu-isu lingkungan. Tantangan ke depan adalah bagaimana keberlanjutan proyek ini dapat dijaga, diperluas, dan menginspirasi kebijakan pemerintah yang lebih efektif dalam penanganan limbah domestik dan industri, serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan sungai. Tanpa komitmen bersama dari pemerintah dan masyarakat, upaya restorasi lingkungan akan tetap menjadi perjuangan yang berat, mengingat dampak pencemaran sungai yang dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti gangguan kulit dan diare.