
Grup musik rock legendaris Slank menggelar konser amal di Pantai Mertasari, Sanur, Bali, hari Sabtu ini, 27 Desember 2025, dengan seluruh keuntungan dari penjualan tiket dan lelang barang-barang pribadi personel disalurkan untuk membantu korban banjir bandang di sejumlah wilayah Sumatera. Konser bertajuk "Hey Slank (HS) 42 Tahun" atau "HS Berani Kita Beda Peduli Sumatra" ini bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-42 band tersebut dan menjadi manifestasi konkret kepedulian sosial Slank terhadap bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akhir November lalu.
Vokalis Slank, Kaka, menekankan pentingnya solidaritas di tengah kesulitan. "Di tengah bencana dan kesusahan yang terjadi, kami diingatkan ada saudara yang membutuhkan bantuan," ujar Kaka dalam konferensi pers di Denpasar, Bali. Sementara itu, Muhammad Suryo, CEO Surya Group selaku sponsor tunggal konser, menegaskan komitmennya. "Saya memastikan seluruh keuntungan dari konser ini akan disalurkan untuk membantu korban bencana di Sumatra," katanya, menambahkan bahwa acara ini merupakan bentuk empati dan tindakan nyata, bukan sekadar hiburan.
Konser ini dijadwalkan menghadirkan sekitar 25 lagu hit Slank dan akan berlangsung selama dua jam, dari pukul 21.30 hingga 23.30 WITA, diawali oleh penampilan grup musik lokal seperti Lolot, Rebellion Rose, dan Fstvlst. Tiket konser dijual seharga Rp75.000 per orang, dan penyelenggara memperkirakan kehadiran sekitar 10.000 penonton, meskipun kapasitas area Pantai Mertasari mampu menampung hingga 15.000 orang.
Di samping penjualan tiket, upaya penggalangan dana diperkuat melalui lelang barang-barang pribadi personel Slank. Kaka melelang Vespa miliknya yang telah dikonversi menjadi motor listrik, kendaraan yang dibelinya saat perayaan ulang tahun ke-40 Slank pada 2023, dengan harga pembukaan Rp75 juta. Ivanka (bassist) turut melelang bas kesayangannya, sementara Ridho (gitaris) akan melelang gitarnya, dengan harapan hasil lelang tersebut dapat meringankan beban korban bencana di Sumatera. Drummer Slank, Bimbim, juga mengumumkan bahwa konser ini akan menjadi ajang peluncuran satu lagu baru yang akan menjadi bagian dari album ke-26 Slank, yang dijadwalkan rilis pada Januari 2026.
Slank telah lama dikenal sebagai band yang lirik lagunya kerap menyuarakan kritik sosial dan politik, serta konsisten terlibat dalam aktivisme sosial dan lingkungan. Sepanjang karir mereka yang membentang lebih dari empat dekade, band ini sering menggunakan platform mereka untuk tujuan filantropis, termasuk membantu korban bencana alam dan mendukung program lingkungan. Konser amal ini melanjutkan tradisi tersebut, mempertegas peran musisi sebagai agen perubahan sosial dan mobilisator dukungan kemanusiaan. Banjir dan tanah longsor di Sumatera pada akhir November 2025 telah menyebabkan ratusan korban jiwa, ribuan orang mengungsi, dan kerusakan infrastruktur yang signifikan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Inisiatif Slank ini menyoroti potensi besar industri musik dalam memicu empati publik dan mengumpulkan sumber daya untuk krisis kemanusiaan. Melalui konser ini, Slank tidak hanya merayakan perjalanan musik mereka, tetapi juga mengirimkan pesan kuat tentang tanggung jawab sosial, mengubah panggung hiburan menjadi platform solidaritas yang tangible bagi masyarakat yang membutuhkan. Konser juga dirancang untuk membangun ekosistem ekonomi UMKM bersama komunitas Slankers, melibatkan berbagai produk mulai dari rilisan fisik band hingga kuliner lokal. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana acara budaya dapat memiliki dampak berlapis, menggabungkan hiburan, empati, dan dorongan ekonomi lokal.