:strip_icc()/kly-media-production/medias/5451679/original/032317100_1766330354-The_Red_Sleeve_-_Alt_A_-_Poster_Landscape.jpg)
Serial drama Korea "The Red Sleeve", yang menorehkan rekor rating pemirsa signifikan saat tayang perdana di Korea Selatan melalui MBC pada akhir 2021 hingga awal 2022 dan tersedia secara eksklusif di platform streaming Viu, telah menjadi fenomena global yang mendefinisikan kembali genre drama sejarah atau sageuk. Drama ini sukses meraih delapan penghargaan di MBC Drama Awards 2021, termasuk Drama of the Year dan Top Excellence Awards untuk kedua pemeran utamanya, Lee Junho dan Lee Se-young. Dengan alur cerita yang kaya emosi dan kedalaman karakter, "The Red Sleeve" berhasil memikat penonton dengan narasi romansa tragis di balik intrik politik istana Joseon.
Drama ini mengisahkan tentang romansa terlarang antara Putra Mahkota Yi San (diperankan oleh Lee Junho), yang kelak menjadi Raja Jeongjo, dengan seorang dayang istana bernama Seong Deok-im (diperankan oleh Lee Se-young). Berlatar abad ke-18, Yi San, seorang cucu yang arogan namun perfeksionis dari Raja Yeongjo, berjuang untuk menjadi penguasa yang adil dan bijaksana, namun terbebani oleh trauma kematian ayahnya. Ia bertemu dengan Seong Deok-im, seorang dayang istana cerdas dan berjiwa bebas yang ingin menjalani kehidupannya sendiri, jauh dari kungkungan istana dan takdir sebagai "wanita raja". Cinta Yi San yang mendalam kepada Deok-im diuji oleh perbedaan status mereka dan dilema Deok-im untuk memilih antara kebebasan pribadi atau menjadi selir kerajaan, sebuah posisi yang seringkali tidak membawa kebahagiaan. Konflik utama drama ini bukan hanya perebutan takhta, melainkan juga perjuangan Deok-im untuk mempertahankan kemandiriannya di tengah desakan takdir dan cinta Raja. Akhirnya, Deok-im menerima pinangan Yi San dan menjadi selir, namun kisah cinta mereka diwarnai tragedi, termasuk kematian dini putra mereka, Putra Mahkota Munhyo.
"The Red Sleeve" didasarkan pada novel berjudul sama karya Kang Mi-kang dan terinspirasi dari kisah nyata Raja Jeongjo dan Selir Kerajaan Uibin Seong (nama asli Seong Deok-im). Salah satu fakta sejarah yang diadaptasi adalah penolakan Seong Deok-im terhadap lamaran Jeongjo untuk menjadikannya selir, bahkan hingga dua kali. Aspek ini menyoroti karakter Deok-im yang kuat dan independen, sebuah narasi yang jarang diangkat dalam drama sageuk yang cenderung berpusat pada Ratu atau bangsawan tinggi. Produser drama bahkan menambahkan satu episode dari 16 menjadi 17 episode karena popularitasnya yang tinggi.
Secara historis, Uibin Seong adalah selir yang sangat disayangi oleh Raja Jeongjo, dan merupakan ibu dari Putra Mahkota Munhyo, putra pertama Raja yang bertahan hidup. Raja Jeongjo secara pribadi menulis tulisan peringatan untuknya, suatu kehormatan yang tidak biasa yang biasanya hanya diberikan kepada Ratu, yang menunjukkan kedalaman kasih sayang Raja. Meskipun drama ini mencampurkan fakta dan fiksi, terutama dalam penggambaran pertemuan kebetulan dan romansa awal mereka, inti dari penolakan Deok-im dan cinta mendalam Raja tetap dipertahankan. Sutradara Jung Ji-in bahkan menyatakan bahwa tujuan utama penyutradaraan drama ini adalah untuk "menyelamatkan" akhir aslinya yang menyedihkan dengan menambahkan adegan yang mengisyaratkan alam baka atau mimpi, demi mengurangi kesedihan penonton.
Kesuksesan "The Red Sleeve" tidak hanya tercermin dari rating fantastis 17,4 persen untuk episode terakhirnya di Korea Selatan, tetapi juga dari pengakuan kritis dan popularitasnya sebagai drama MBC pertama dalam tiga tahun yang mencapai rating dua digit. Drama ini juga menjadi penanda kembalinya Lee Junho setelah wajib militer, membuktikan kemampuannya sebagai aktor yang handal. Sementara itu, Lee Se-young dipuji karena berhasil membawakan karakter Deok-im yang kompleks, cerdas, dan pemberani. Keberhasilan ini menegaskan posisi drama sejarah yang dikemas modern dan menyentuh emosi dalam gelombang Hallyu, menunjukkan bahwa kisah-kisah kerajaan dengan nuansa romansa dan perjuangan personal tetap memiliki daya tarik kuat di pasar internasional.