:strip_icc()/kly-media-production/medias/4681113/original/047095000_1702252584-Snapinsta.app_386445549_2507205322790105_3374374275624997848_n_1080.jpg)
Kim Nam-joon, atau dikenal sebagai RM, pemimpin grup K-pop global BTS, secara terbuka menyuarakan kekecewaannya terhadap agensi mereka, HYBE, saat siaran langsung grup di Weverse pada Minggu, 21 Desember 2025, mengindikasikan adanya ketidakpuasan terhadap dukungan dan perhatian agensi menjelang rencana comeback grup yang ditunggu-tunggu pada tahun 2026. RM berharap perusahaan menunjukkan "sedikit lebih banyak kasih sayang" dan "merangkul mereka lebih erat," pernyataan yang memicu perdebatan luas di kalangan penggemar dan memunculkan spekulasi tentang dinamika internal di salah satu perusahaan hiburan terbesar Korea Selatan tersebut.
Pernyataan RM tersebut muncul saat ia dan anggota BTS lainnya, J-Hope dan Jimin, sedang menjelaskan kepada penggemar alasan penundaan comeback grup. RM mengungkapkan rasa frustrasinya atas lambatnya pengumuman jadwal, menyatakan, "Aku ingin cepat comeback sampai rasanya gila. Aku benci akhir tahun ini. Perusahaan kapan mau umumkan jadwal? Aku benar-benar frustrasi. HYBE, tolong cepat diumumkan." Jimin menambahkan bahwa periode menunggu ini adalah "masa yang paling menyiksa secara emosional" bagi para anggota.
Ungkapan blak-blakan dari seorang pemimpin grup sekaliber BTS, yang dikenal karena hubungannya yang erat dengan agensi yang membangun mereka dari nol, menggarisbawahi potensi tekanan yang dihadapi artis dalam sistem K-pop yang berkembang pesat. RM juga mengungkapkan bahwa ia telah "puluhan ribu kali" mempertimbangkan apakah membubarkan atau mengambil jeda akan lebih baik, tetapi keputusan untuk melanjutkan didasarkan pada "cinta di antara para anggota dan rasa hormat terhadap penggemar mereka." Dia menambahkan bahwa ada "alasan-alasan tertentu" mengapa BTS tidak aktif di paruh kedua tahun 2025, tetapi ia tidak memiliki wewenang untuk mengungkapkan semuanya.
Reaksi terhadap komentar RM terbelah. Penggemar internasional umumnya menyatakan simpati, menafsirkan pernyataan tersebut sebagai akumulasi kekecewaan atas penanganan aktivitas solo dan kurangnya promosi yang dirasakan. Mereka menyoroti bahwa BTS, sebagai pilar dan ikon global HYBE, semestinya menerima perhatian dan perlakuan yang lebih istimewa. Namun, beberapa netizen Korea mengkritik RM karena menyuarakan ketidakpuasan secara publik, mempertanyakan keputusannya untuk mengungkapkan masalah internal di siaran langsung yang disaksikan penggemar. Bahkan, beberapa menyarankan agar mereka tidak memperpanjang kontrak jika tidak puas. Di antara anggota grup, Jin sempat membela HYBE, mengatakan bahwa perusahaan telah bekerja keras untuk mereka.
Elly Chae, mantan direktur BigHit Music (sebelum menjadi HYBE), berpendapat bahwa pernyataan "berani" dari RM menunjukkan "masalah internal yang masif" dalam perusahaan. Chae berspekulasi bahwa masalah tersebut mungkin terkait dengan penanganan pendaftaran wajib militer BTS atau politik internal yang mengabaikan kesejahteraan artis.
Konteks historis menunjukkan bahwa BTS memperbarui kontrak mereka dengan HYBE pada September 2023 untuk kedua kalinya. Semua anggota telah menyelesaikan wajib militer, dengan Suga selesai pada Juni 2025. Konser grup terakhir mereka sebagai formasi lengkap berlangsung pada Oktober 2022. Aktivitas solo anggota telah berkontribusi signifikan terhadap kinerja finansial HYBE dalam setahun terakhir. Meskipun demikian, RM menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi "tahunnya BTS" dan "sesuatu yang sangat besar akan datang."
Insiden ini menyoroti tantangan yang melekat dalam hubungan artis-agensi, terutama ketika grup mencapai tingkat kesuksesan global BTS. Ini mengangkat pertanyaan tentang otonomi artistik, strategi komunikasi dalam konglomerat hiburan besar seperti HYBE, dan manajemen bintang global pasca-wajib militer. Implikasi jangka panjang mungkin melibatkan peninjauan kembali strategi manajemen artis HYBE dan komunikasi internal-eksternal mereka, terutama saat grup mempersiapkan comeback besar yang dapat memengaruhi lanskap industri K-pop secara keseluruhan.