
LEO Pictures secara resmi merilis poster dan trailer perdana untuk film horor terbarunya, "Sosok Ketiga: Lintrik", pada Kamis, 10 Oktober 2025, dalam sebuah konferensi pers di Metropole XXI Studio 3, Jakarta. Acara ini memperkenalkan atmosfer mencekam serta kisah emosional yang diusung film tersebut, yang dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 6 November 2025.
Film "Sosok Ketiga: Lintrik" digarap oleh sutradara Fajar Nugros dan ditulis oleh Fidya T. Ariestya. Agung Saputra dari LEO Pictures bertindak sebagai produser, dengan dukungan Luna Maya dan Yasmin Napper sebagai produser eksekutif.
Trailer berdurasi dua menit sembilan detik tersebut memberikan gambaran awal tentang teror mistis yang akan dihadapi karakter utama. Sementara itu, poster-poster yang telah dirilis menampilkan sisi gelap dari "sosok ketiga" yang menjadi ancaman. Produser Agung Saputra menyatakan bahwa film ini bukan sekadar horor visual, melainkan juga mengeksplorasi fenomena spiritual di tengah kehidupan modern, menggabungkan ketegangan horor, trauma emosional, dan atmosfer budaya lokal.
"Sosok Ketiga: Lintrik" mengisahkan kehidupan rumah tangga Andin (diperankan oleh Adinda Thomas) dan Aryo (Wafda Saifan Lubis) yang mulai merasakan kejanggalan setelah enam bulan pernikahan mereka. Andin merasa Aryo perlahan dingin dan menjauh, yang kemudian memunculkan dugaan adanya hubungan spesial dengan Naura (Aulia Sarah). Naura, seorang wanita kaya, menggunakan ilmu pelet "Lintrik", sebuah kekuatan mistis berbahaya dari budaya Jawa, untuk merebut Aryo sepenuhnya. Penggunaan ilmu hitam ini menyeret Andin dan keluarganya ke dalam lingkaran teror gaib yang tak ada habisnya.
Film ini turut diperkuat oleh jajaran pemeran berbakat lainnya seperti Atiqah Hasiholan sebagai Mbah Ayu, Nugie sebagai Pakde Bagyo, Adzwa Aurel sebagai Amara, Saputra Kori sebagai Yanto Kares, dan Alifa Lubis sebagai Lilin. "Sosok Ketiga: Lintrik" mengangkat realitas sosial dan spiritual yang dekat dengan masyarakat Indonesia, di mana fenomena lintrik digambarkan sebagai metafora tentang obsesi dan kehilangan kendali dalam cinta. Film ini diprediksi akan menjadi salah satu film horor yang paling banyak dibicarakan akhir tahun ini, menawarkan pengalaman sinematik yang memadukan drama emosional, misteri spiritual, dan sentuhan budaya mistis Indonesia yang kental.