Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Refleksi Angelina Sondakh Kala Nonton Film Azab Koruptor: Pengakuan Jujur Mantan Napi

2025-12-16 | 19:24 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-16T12:24:36Z
Ruang Iklan

Refleksi Angelina Sondakh Kala Nonton Film Azab Koruptor: Pengakuan Jujur Mantan Napi

Angelina Sondakh, mantan anggota DPR yang pernah terjerat kasus korupsi, memberikan reaksi terhadap undangan terbuka dari rumah produksi Dee Company untuk menonton film terbaru mereka, "Jembatan Shiratal Mustaqim". Film tersebut mengangkat tema balasan atau azab bagi para koruptor yang tidak menyesali perbuatannya di dunia. Dee Company secara khusus mengundang Angelina Sondakh melalui akun Instagram resmi mereka, menanyakan bagaimana rasanya bagi seseorang yang pernah merasakan pahitnya jerat korupsi untuk menonton film tentang perjalanan koruptor di akhirat.

Menanggapi undangan tersebut, Angelina Sondakh menyebutnya sebagai sesuatu yang "sungguh tidak biasa". Ia merasa film tersebut seperti "cerminan ekstrem dari hidupku" dan mengaku masih terus memikirkannya. Angelina Sondakh juga merasa teringat akan masa lalu kelamnya ketika dirinya sempat tersandung kasus korupsi. Dalam unggahan Instagram Story-nya, Angelina menyampaikan bahwa undangan ini tidak biasa dan bahwa film itu mengingatkan dirinya pada "cerminan ekstrem dari hidupku!".

Film "Jembatan Shiratal Mustaqim" dijadwalkan tayang di bioskop mulai 9 Oktober 2025. Film horor religi ini bercerita tentang Arya (Raihan Khan), seorang koruptor yang menggelapkan dana bantuan bencana tsunami hingga ratusan miliar rupiah. Hidupnya berubah drastis setelah ia mulai mendapatkan penglihatan tentang Shiratal Mustaqim, sebuah jembatan di akhirat yang membentang di atas neraka dan menghubungkan ke surga. Produser Dheeraj Kalwani mengungkapkan bahwa film ini lahir dari keresahan akan praktik korupsi yang merajalela di Indonesia. Ia berharap film ini dapat menjadi refleksi bahwa amal saleh dan doa keluarga jauh lebih berharga daripada harta hasil korupsi.

Undangan kepada Angelina Sondakh bukan dimaksudkan untuk sensasi, melainkan sebagai ajakan untuk introspeksi diri. Produser Dee Company, Dheeraj Kalwani, menjelaskan bahwa pertanyaan mengenai bagaimana rasanya menonton film tentang koruptor di akhirat setelah merasakannya di dunia, ditujukan tidak hanya untuk Angelina Sondakh tetapi juga untuk publik agar merenung. Angelina Sondakh sendiri berharap film ini dapat menjadi pengingat bagi semua pihak, termasuk dirinya, untuk terus memperbaiki diri dan membuka mata terhadap konsekuensi tindakan korupsi, tidak hanya bagi pejabat dan penguasa, tetapi juga masyarakat Indonesia. Ia juga menambahkan bahwa azab bagi pelaku koruptor tidak hanya akan dirasakan di akhirat.

Angelina Sondakh ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 3 Februari 2012, terkait kasus dugaan suap dalam proyek Wisma Atlet. Ia sebelumnya juga pernah mengajukan diri sebagai justice collaborator dalam kasus mega-korupsi Hambalang, namun ditolak karena keterangannya dianggap tidak benar.